SMS Lebaran of the Year!!

31 10 2006

Yosh, met lebaraaaan!!! Seperti dah jadi tradisi tiap tahunnya, tiap lebaran orang2 ngucapin met lebaran dan maaf2an lewat sms. Entah kenapa tahun ini rasanya lebih banyak yg ngirim sms lebaran ke saya, minna arigatou! Ada 29 sms yang saya terima, saya jadi kepikiran ngbuat semacam award kaya Oscar yang ter-ter gitu.

Nah setelah menimbang-nimbang, saya memutuskan memberikan penghargaan2 berikut kepada…jreng..jreng…jreng…(suara drum):

1. Sms Terbaik, jatuh kepadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa WAWAN!! Dengan sms sebagai berikut:

“Sebening fiber optic, setinggi tower bts, seluas jangkauan wimax, secepat broadband access, mohon bandwidth maaf yang selebar2nya. Minal aidin wal faidzin. –wawan-”

Huhu, unik smsnya, mentang2 anak telekomunikasi..10.gif

2. Sms Terawal, jatuh kepadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa OPIK!! Dengan sms yang jatuh pada tanggal 21 Oktober 2006 pukul 9:53 pm sebagai berikut:

“Ngabisin bonus sms. Met lebaran semua!(meskipun belum saatnya:p. Mungkin agak terlalu cepat ya ngucapin selamatnya. Biarin deh daripada bonus sms gak terpakai)”

Yup, tiga hari sebelun lebaran, hmm, rajiiin..

3. Sms Tersalah Sasaran, jatuh kepadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Budi!! Dengan sms sebagai berikut:

“Wahai Nico pembimbingku,Met Lebaran ya. Daku mohon maaf lahir dan batin yax. Mohon bimbingannya lho. Hohoho! –BudiajiHartonoAnakBuahPakNana-”

Kenapa saya bilangini salah sasaran, karena saya bukan pembimbingnya! Bud, Pak Nana pembimbing lu, bukan gue, salah kirim luuuuu21.gif

4. Sms Tersulit Dimengerti, jatuh kepadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Coro!! Dengan sms sebagai berikut:

“Cunduk waktu ninggang mangsa,tos wayahnya urang silih hapunten samudaya kalepatan. Mugia urang dipaparinan hidayah sareng yuswa nu barokah. MinalAidzinWalFaidzin.”

Well, it’s pretty obvious why he got the award, I didn’t and don’t understand a bit!40.gif

Untuk yang belum dapet penghargaan, terimakasih banget buat perhatian kalian,arigatou1.gif jangan berkecil hati ya, InsyaAllah taun depan diadain lagi, ganbare!4.gif Untuk yang belum ngirim, ayo ikutan kirim21.gif





About Schmidt

28 10 2006

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah film di salah satu tv swasta, dengan judul About Schmidt. Film ini seperti dapat ditebak dari judulnya bercerita tentang seseorang bernama Schmidt. Schmidt adalah seorang bapak2, udah cukup tua, yang pada suatu ketika mulai merasa bosan dalam hidupnya. Ia menjadi mudah marah terhadap kelakuan istrinya (yang sebenarnya biasa aja), marah dengan tempat kerjanya (wajar sih,dia dipensiunin), dll. Trus tiba2 dia nerima surat di meja kerjanya. Surat dari yatim piatu di suatu tempat yang jauh. Di surat itu disebutin ada seorang anak yatim piatu (lupa namanya..) yang membutuhkan bantuan. Trus Schmidt ini diminta untuk ngasih bantuan tapi dia perlu memperkenalkan diri dulu, bercerita tentang dirinya. Nah berceritalah si Schmidt ini tentang dirinya sampe tentang kekesalannya. Beberapa hari kemudian istri Schmidt meninggal, anaknya juga kemudian akan dinikahi oleh seorang pria. Semua kejadian yang dialaminya ia ceritakan ke si anak yatim piatu lewat surat. Ia menjadi kesepian, dan ceritanya terus berlanjut…(malas ceritainnya,lagian dah aga2 lupa 10.gif)

Ada quote yang menarik di akhir film ini, di saat Schmidt benar2 merasa sendiri dan kesepian: ”What’s in the world is better because of me?” Apa yang menjadi lebih baik di dunia ini karena kehadiran ku..Sesaat saya seperti ditampar oleh kata2 itu. Saya benar2 termenung, kata-kata itu terngiang di otakku.. Yup, saya jadi berpikir juga, apa yang jadi lebih baik di dunia ini karena diriku?Nothing. Jadi untuk apa aku ada di dunia ini?Kata orang Islam, untuk beribadah kepada-Nya. Kenapa?Bukankah tanpa ibadah ku Dia tetap yang Maha Besar? Maybe this life is a journey, to find the answer of that question and many other questions..The question right now is, how far have I walked?Am I still far from those answers?.. God knows..





DON, another great movie from Shakhrukh Khan

23 10 2006

lrg-36-don-bollywood-05.jpglrg-33-don-bollywood-02.jpglrg-39-don-bollywood-08.jpg

DON. Sebuah film India yang diperankan Shakhrukh Khan. Satu kata yang bisa saya katakan setelah menonton film ini hari ini, KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNN!!!!! Film ini bercerita tentang seorang bos penjahat yang diperankan oleh si ganteng Shakhrukh Khan 4.gif, yang dimusuhi banyak orang. Ceritanya sangat kompleks, pelik, dan penuh intrik! Saya benar2 tidak tahu bagaimana harus menceritakan jalan ceritanya, saya sarankan untuk menonton sendiri film ini. Cewe2nya juga seksi2 dan cantik2 10.gif.Setelah melihat film ini, saya jadi sadar, bahwa film Indonesia masih ga ada apa2nya, dari segi akting, efek, dan lain2.

2 advices for u before and while watching this movie:

1. Don’t judge a film by its dance!!!

2. Don’t think u know everything, u don’t even know a bit!!!

Jadi pengen nari, ada yang tau les nari India di Bandung?4.gif





Importance of Writing Skills

12 10 2006

Diambil dari newsletter IEEE:

Importance of Writing Skills

The most effective engineer is typically a skilled communicator; communication skills are so essential to the work of engineering that writing often becomes a major part of any job. And engineers who become supervisors and managers spend more and more time on communication tasks, reviewing and editing the writing of subordinates. It is through writing that funding is secured, research processes are managed, and new knowledge is shared with others. The audiences for writing become larger and more varied as technical work advances from initial idea to tested final concept or product.
As students—and later as working professionals–engineers can learn the basic principles of good technical communication, as well as the special features of technical style and technical formats. They can approach writing the way they approach other technical tasks: by understanding what information is required; by designing a product that will meet those requirements; and by building in product testing and quality assurance by way of collaboration and review.

Jadi ayo kita mulai belajar menulis, dimulai dengan membuat blog!!!1.gif





Buka Bareng NGN

11 10 2006

b19-wince.jpgBuka bareng NGN (Next Generation Network) terlaksana jg akhirnya, walaupun dengan personil yang tidak lengkap. NGN lab adalah laboratorium dimana saya dulu mengerjakan TA. Cukup banyak yang ga bisa dateng, tp tetep fun, coz tempatnya cozy banget..Ternyata makan beef teriyaki sama beef yasai ramen kenyang juga yaaaaaa4.gif





Accessing Microsoft Excel file from Java Application

11 10 2006

Thanks to Apache, there’s a way now to access Microsoft Excel file (.xls) from Java application. To that we use POI package. You can download it from apache.org. The following is a little tutorial taken from Apache web to write an Excel document. The steps to write an Excel document are:

  1. Create the output file using FileOutputStream
  2. Create a new workbook by creating an instance of class HSSFWorkbook
  3. Create a new sheet by creating an instance of class HSSFSheet
  4. Create font object by invoking method createFont() of class HSSFWorkbook
  5. Create cell style object by invoking method createCellStyle() of class HSSFWorkbook
  6. Create data format object by invoking method createDataFormat of class HSSFWorkbook
  7. Create rows by calling method createRow(rowNumber) from instance of HSSFSheet
  8. Write the workbook to the output file.

 

 

Here is a simple program to write an Excel document consists of 2 cells:


import java.util.*;
import org.apache.poi.hssf.usermodel.*;
import java.io.*;


public class WriteSimpleXLS{
public WriteSimpleXLS(){
try{

FileOutputStream fos = new FileOutputStream(”output.xls”);
HSSFWorkbook wb = new HSSFWorkbook();
HSSFSheet s = wb.createSheet();
HSSFRow r = null;
HSSFCell c = null;

HSSFCellStyle cs = wb.createCellStyle();
HSSFDataFormat df = wb.createDataFormat();
HSSFFont f = wb.createFont();

//set font

f.setFontHeightInPoints((short) 12);
f.setColor( (short)HSSFFont.COLOR_RED );


//set cell style

cs.setFont(f);

//set data format

cs.setDataFormat(df.getFormat(”#,##0.0″));
wb.setSheetName(0, “First Sheet”);

//create row

r = s.createRow(0);

//create cell

c = r.createCell((short)0);
c.setCellStyle(cs);
c.setCellValue(”Nico”);

//create another cell

c = r.createCell((short)1);
c.setCellStyle(cs);
c.setCellValue(”Ganteng”);

//now that we’re done creating workbook,it’s time to write it to output file

wb.write(fos);
fos.close();
}catch(IOException e){
System.err.println(e.getMessage());
e.printStackTrace();
}
}

public static void main(String[] arg){

WriteSimpleXLS wsx = new WriteSimpleXLS();
}
}

excel.jpg

The program above only creates 2 cells. The screenshot above shows the resulting document. If you want, you can create more cells and rows by using loop for. Check out the webpage for more tutorials. Next time, I’ll post about how to access Microsoft Word document.





little prayer..

10 10 2006

doa yang terpikirkan di otak kecilku, dalam perjalanan pulang, diatas sepeda motor hasil uang warisan kakekku:

Ya Allah, berikanlah aku pekerjaan yang kucintai

pekerjaan yang kunikmati

yang membuatku lupa bahwaku sedang sendiri

hingga tiba saatnya nanti

Kau memberi seseorang yang berarti

tuk kucintai dan kulindungi

amin..

 





Click! Such a nice movie!!

6 10 2006

10m.jpgTd malem br nonton Click, a movie starred by Adam Sandler. Tears came off my eyes!!20.gif Such a sad yet sweet movie..Kereeeen bangeeeeet! Yang paling sedih itu adegan pas dia tau Bapaknya meninggal ama pas dianya juga mau meninggal..(maybe I’m just a cry-baby 10.gif) one thing I learnt from that movie, maybe the same thing as everyone else, is that life is not always good. Enjoy every moments. Do you what you want to do and be responsible of it. Always do your best so you won’t regret it later. Last but not least, family comes first.

Haha, so easy for me to say those, but I’m sure it’s gonna be tough to do.. But we should at least try, shall we?





Waaaaaa…source code ilaaang!!!

6 10 2006

jbuilder.JPGwaaaaaaaaaaaaaaaa….source code program ga sengaja ke delete :( dah direstore dari recycle bin tp ternyata ada file yg rusak..tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkk :( mana deadline sudah dekat lagi :( ceritanya gini,,saya br nginstall JBuilder,trus kt temen dengan JBuilder kita bisa ngubah program Java ke exe dengan gampang,trus dia jg cerita ttg banyak kelebihan JBuilder. Niatnya saya ingin coba ngubah program Java yg sudah saya buat ke exe dengan JBuilder. Untuk itu saya add file-file .java program saya ke project di JBuilder. Yang saya tidak sangka adalah ternyata JBuilder tidak mencopy file-file original saya tadi melainkan me-cut. Dan pada saat saya me-delete file-file .java dari project, saya jadi kehilangan file-file source code program saya :( Kepada developer JBuilder: jangan men-delete file original pada saat me-add file ke project donk!!

aah,cobaan di bulan puasa…terkadang kita harus mengalami pengalaman pahit untuk mempelajari sesuatu..semoga tidak ada lagi yang melakukan kebodohan seperti saya…





IPv6 autoconfiguration (ipv6 cont’d)

3 10 2006
Song of the day : Flow - Hands Flow - game

yosh!posting kedua di hari yang sama! baru nemu artikel yang ngjelasin tentang autoconfiguration pada ipv6. di posting saya sebelumnya mulai belajar ipv6.. saya nyebutin tentang mekanisme autokonfigurasi yang merupakan fitur baru dari ipv6. dari web www.ipv6style.jp saya mendapatkan jawabannya:

Autoconfiguration sesuai namanya adalah kemampuan untuk melakukan konfigurasi secara otomatis. Pada IPv6 diasumsikan device2 yang terkoneksi bukan hanya PC ( Personal Computer ) tapi juga device2 lain seperti coffee machine, handphone, atau bahkan kulkas. Dengan menggunakan autoconfiguration, maka device2 non-PC ini dapat terhubung ke jaringan secara plug-and-play ( gile bener… )

Sebuah node yang terhubung ke jaringan membutuhkan alamat IP (klo ga gimana mu konek ke yg laen??). Ada tiga cara untuk mengkonfigurasi IP suatu node:

  1. Manual configuration. Maksudnya memberikan IP address ke interface secara manual.
  2. Stateful configuration. Contoh dari metoda ini adalah DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) dan pemberian IP pada PPP (Point to Point Protocol). Jadi pada metode ini terdapat suatu central yang mengatur alokasi IP address untuk setiap node.
  3. Stateless configuration. Konfigurasi inilah yang digunakan pada IPv6. Inilah yang biasa disebut ( autoconfiguration ). Pada stateless configuration ini node sendiri lah yang mengatur IP addressnya.

Stateful Configuration

DHCP server yang ditaruh di jaringan mengalokasikan IP address dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Node mengirimkan DHCPDISCOVER dan menemukan DHCP server
  2. DHCP server menerima DHCPDISCOVER dan mengembalikan DHCPOFFER
  3. Node menerima DHCPOFFER lalu mengirimkan balik DHCPREQUEST
  4. Server menerima DHCPREQUEST dan mengembalikan DHCPPACK
  5. Node menerima DHCPPACK kemudian mengkonfigurasi interfacenya

Yang penting disini adalah DHCP server mempertahankan informasi address mana digunakan oleh siapa. Node hanya dapat memiliki satu IP address untuk interfacenya.

Stateless Configuration

128 bit IPv6 address dibagi menjadi 2 bagian yaitu network prefix (mengidentifikasi network) dan Interface ID. Interface ID dikonfigurasi oleh node itu sendiri sedangkan network prefix dikonfigurasi oleh router.

  1. Sebuah node baru di dalam jaringan akan men-generate link-local address ke interfacenya.
  2. Node tersebut kemudian memastikan klo address yang dia generate blun ada yang menggunakan di jaringan tersebut dengan cara mengirimkan Neighbour Solicitation (NS) ke jaringan. Jika ada node yang sudah menggunakan address tersebut, node ini akan mengirimkan Neighbour Advertisement (NA). Jika node yang mengirimkan NS tidak menerima NA dalam jangka waktu tertentu ia akan menggunakan address yang telah ia generate itu. Bila terjadi duplikasi address maka node yang baru tersebut tidak akan menggunakan address yang telah ia generate ( tentunya bukan?)
  3. Untuk mendapatkan network prefix, node yang baru tersebut kemudian mengirimkan Router Solicitation (RS). Router yang menerima RS ini kemudian mengirimkan Router Advertisment (RA). RA ini dikirimkan oleh router secara periodik, sehingga node sebenarnya tidak perlu mengirimkan RS.
  4. Setelah mendapatkan network prefix, node tersebut membuat global IP address dengan menggabungkan network prefix dan interface ID. Yang perlu diperhatikan adalah router mengirimkan fixed prefix yang dialokasikan untuk network tersebut. Jadi dia tidak memperdulikan siapa yang menerima RA tersebut. Akibatnya bila ada dua router dalam satu jaringan, dan masing2 mengeluarkan RA yang berbeda, maka node yang menerima kedua RA tersebut akan memiliki dua IP pada interfacenya.

Jadi pada IPv6, sebuah interface tidak harus memiliki hanya satu buah IP address saja.