Sempet baca di blognya Pak Budi Rahardjo, klo kita bisa semakin ngerti apa yg kita baca klo kita tulis kembali apa yg udah kita baca itu. jadi sekarang saya akan nyoba nulis apa yang udah saya baca tentang IPv6, dari buku IPv6 Essentals (rekomendasi Adhy SB, thx
) , masih dasar banget sih, soalnya td malem ngantuk
IPv6 merupakan upgrade dari IPv4. Perubahan-perubahan utama dari IPv4 ke IPv6 adalah:
1. addressing yang lebih banyak dan mekanisme autokonfigurasi
ukuran alamat IPv6 adalah 128 bit. selain itu ada kelas address baru yaitu anycast address dimana suatu host dapat mengirimkan message ke salah satu anggota group terdekat. (ga terlalu ngerti bagian ini,ada yg bisa bantu?)
pada protokolnya terdapat mekanisme autokonfigurasi.
2. format header yang lebih simple. ukuran header IPv6 adalah tetap yaitu 40 byte. 32 byte digunakan untuk IP address ( source dan destination ). beberapa field yang terdapat di IPv4 dibuang atau menjadi optional. dengan demikian akan mengurangi beban pemrosesan.
3. dalam IPv4, option dimasukkan ke dalam header baik yang diperlukan maupun tidak. sedangkan pada IPv6 option dikategorikan ke dalam Extension headers. Extension headers dimasukkan antara header dan payload apabila diperlukan.
4. mendukung authentikasi, data integrity, dan data confidentiality (?).
5. kemampulan flow labelling. (?)
address dengan ukuran 128 bit merupakan fitur yang menandai perbedaan IPv6 dan IPv4. Memang sudah ada NAT (Network Address Translation) untuk mengatasi keterbatasan jumlah IP address IPv4, namun solusi ini hanya untuk saat ini. kecenderungannya kelak adalah semakin banyak device yang terkoneksi ke jaringan. bukan hanya PC. Kulkas, PDA, HP, car devices, dan lain-lain. hanya dengan IPv6 yang memiliki space address yang besar, autokonfigurasi, dan mobilitas yang dapat mengatasi devices semacam itu.
berikut ini adalah field2 pada header IPv4 yang telah dihapus pada IPv6:
1. header length
2. identification
3. flag
4. fragment offset
5. header checksum
header length dibuang karena IPv6 address memiliki panjang yang tetap. pada IPv4 minimum panjang header adalah 20 byte, bila ditambah dengan option dapat mencapai 60 byte.
identification, flag, dan fragment offset digunakan IPv4 untuk mengatasi fragmentasi paket. fragmentasi terjadi apabila sebuah paket berukuran besar akan dikirimkan ke jaringan yang mendukung paket berukuran kecil. host tujuan akan mengumpulkan dan menyusun kembali paket tersebut. bila ada paket yang hilang maka akan transmisi akan diulang secara keseluruhan. ( bukannya IP itu connectionless ya?ga ada retransmisi,atau ga? ) pada IPv6, sebuah host mengetahui ukuran Path Maximum Transmission Unit ( MTU ) melalui prosedur Path MTU Discovery. apabila paket yang akan dikirimkan harus difragmentasi, akan digunakan Extension Header. dengan demikian router IPv6 sepanjang path tidak akan melakukan fragmentasi seperti yang dilakukan router IPv4. Oleh karena itu identification, fragment offset, dan flag dibuang dari IPv6 header.
header checksum dibuang untuk meningkatkan kecepatan processing. checksum dapat dilakukan oleh transport layer ( TCP atau UDP ).
field Type Of Service pada IPv4 digantikan oleh TrafficClass field. (apa ini blun baca lagi)
nah br segitu yang dibaca, dikit banget ya???? ga apa2 deh,yg penting ada kemajuan
any comment?





selamat berjuang !!! ganbarre ne !!
*terharu namanya disebut*
–
-adhy
oo… gitu ya….
duh ngomong apaan sih?? ga ngerti nic….
itu ebook apa r(reality)Book, klo ebook bagi dong…..