Song of the day: V6 – Good Day!
Today’s weather: sunny and windy
Selain membaca IPv6 Essentials, saya juga mencoba menyempatkan waktu untuk membaca buku “Introduction to 3G Mobile Communications 2nd Edition”, Juha Korhonen. sekedar menambah pengetahuan aja, karena jujur saja, setelah lulus saya merasa kosong, tidak mendapatkan apa2. Entah saya yang bodoh, atau sistem pendidikan yang ngaco, atau dosen yang tidak bisa mengajar dengan baik dan menarik, atau apalah. tapi sudahlah, itu sudah lewat,yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah mengejar ketertinggalan saya, dan berusaha tidak membuat malu almamater.
OK,pada bab pertama buku ini,diceritakan mengenai sejarah sistem seluler. Mulai dari generasi pertama, dua, dua setengah, dan tiga. Pada generasi pertama, digunakan teknik transmisi analog untuk trafik voice ( saat itu yang ada bisa dibilang hanyalah trafik voice ). Pada generasi kedua mulai digunakan teknik transmisi digital. Jadi jelas, perbedaannya dengan generasi pertama adalah pada generasi pertama digunakan analog, generasi kedua menggunakan digital. Ada empat standar untuk sistem 2G yaitu GSM ( Global System for Mobile communication ), digital AMPS ( D-AMPS ), CDMA IS-95 ( Code Division Multiple Access ) dan PDC ( Personal Digital Cellular ).
Semua orang saat ini tentunya tau tentang GSM, bisa dibilang GSM merupakan sistem 2G yang paling sukses. Basic GSM menggunakan frekuensi 900MHz, namun ada beberapa turunan lain, misalnya Digital Cellular System 1800 ( dikenal dengan GSM-1800 ), dan PCS 1900 ( dikenal pula dengan GSM 1900 ). Frekuensi 1800 MHz digunakan karena dapat mengcover populasi yang lebih banyak dibandingkan 900 MHz.
CDMA, standar IS-95 yang dikembangkan oleh Qualcomm ini menggunakan teknik yang berbeda dengan GSM, dimana ia menggunakan kode-kode yang berbeda untuk memisah-pisahkan transmisi-transmisi pada frekuensi yang sama sedangkan GSM menggunakan Time Division Multiple Access ( TDMA ) yang membagi frekuensi carrier ke dalam beberapa time slots.
PDC adalah standar 2G yang berkembang di Jepang. Awalnya bernama Japanese Digital Cellular ( JDC ), diganti menjadi PDC dengan harapan dapat berkembang pula di luar Jepang. Namun gagal. Sistem bekerja di dua frekuensi yaitu 800 MHz dan 1500 MHz.
Generasi 2.5 merupakan upgrade dari genereasi 2. upgrade ini hampir mendekati kemampuan yang direncanakan pada generasi 3G. Secara umum, 2.5G GSM memiliki minimal salah satu dari tiga teknologi berikut: High-speed Circuit-switch Data ( HSCSD ), General Packet Radio Services ( GPRS ), dan Enhanced Data Rates for Global Evolution ( EDGE ). Sistem IS-95 disebut 2.5G apabila mengimplementasikan CDMA2000 1xRTT upgrades.
Sebelum diupgrade menggunakan GPRS dan EDGE, GSM hanya mampu menyediakan data rate 9.6Kbps. Ada pula yang 14.4Kbps. rate ini dapat ditingkatkan dengan cara yang paling mudah yaitu menggunakan HSCSD. Dengan menggunakan HSCSD, sebuah handset dapat mengakses lebih dari satu timeslot untuk komunikasi data, biasanya 4 timeslot, sehingga dataratenya juga meningkat. Namun ada kelemahannya yaitu HSCSD menggunakan circuit-switched ( jadi teringat Pak Harry Santoso, dosen telematika ITB yang sangat kereeeeennn ), dimana timeslots direserve secara konstan walaupun tidak digunakan. Hal ini dapat mengakibatkan kelangkaan resource. Solusi berikutnya adalah menggunakan GPRS. Dengan GPRS data rate dapat mencapai 115Kbps. Angka ini merupakan datarate maksimum secara teori dalam kondisi optimal dengan menggunakan 8 timeslot downlink. Untuk kondisi rata-rata, sekitar 10Kbps per timeslot. Selain datarate yang lebih tinggi dari sebelumnya, GPRS bersifat packet-switched yang berarti resource direserve apabila diperlukan. GPRS sangat cocok untuk data bursty karena dapat menyesuaikan resource yang digunakan berdasarkan kebutuhan. Namun tidak cocok untuk aplikasi realtime karena alokasi resource GPRS bersifat contention-based ( ? ada yang bisa ngjelasin? ) sehingga tidak bisa menjamin delay maksimum absolut.
Setelah GPRS, upgrade GSM adalah EDGE. Ide yang mendasari EDGE adalah eight-phase shift keying ( 8PSK ). Data rate maksimum EDGE dengan menggunakan 8 timeslot adalah 384Kbps. Perlu diperhatikan bahwa 384Kbps hanya dapat dicapai bila menggunakan seluruh resource dari frekuensi carrier dan handset berada dekat dengan base station.
Sementara segini dulu, ada kerjaan lain
kasih komentar yaaaa…





CIH!
naon sih????garing pisaaaaaaan
ayo cari research topic bwt AYF…
keren nih master, semangatnya gede…ayo lanjutin ntar ajarin gw ya
2 hajime: apanya yg ajarin,masih pembukaan nih:-P
2 sigit: ayooooooooooooooooo!!!