Maki-chan, moe~
29 11 2006
Pengen nyombong desktop aja
. Wallpapernya hasil editan dengan photoshop, nggabungin 3 foto kawaii Maki chan
Comments : 6 Comments »
Categories : blast of expression!!

Pengen nyombong desktop aja
. Wallpapernya hasil editan dengan photoshop, nggabungin 3 foto kawaii Maki chan
Edgy juga manusia, eh salah, Edgy juga OS (Operating System). Dengan segala kelebihannya, ada juga kekurangannya. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman dua hari menggunakan Edgy+Beryl.
Setelah Beryl terinstall dan saya sudah terkagum2 dengan animasinya yg luar biasa, saya mulai mencari2 tentang icon2 shortcut seperti di mac os. Tanya sana sini ga da yg tau apa namanya. Akhirnya saya menemukannya, setelah diberi pencerahan oleh master achai, thx u chai! Nama programnya adalah kiba-dock. Edgy+Beryl+Kiba, wuiiiiiih, tak henti2nya daku terpesona oleh kompilasi 3 makhluk ini
Ada beberapa hal yang cukup mengganggu dan menyebalkan saat menggunakan linux diantaranya adalah ukuran icon yang besar. Males banget deh gede2 gtu. Trus saya cari2 koq ga da buat ngubah ukurannya. Setelah browsing di Mr. Google, akhirnya dapet jawaban dari permasalahan saya itu. Buka terminal lalu ketik “gconf-editor”. Akan muncul window baru spt berikut:
Pilih apps -> nautilus -> icon_view. Double click default_zoom_level dan ganti valuenya jadi “small”. Jadi deh, icon yg lebih enak diliat, ga segede gajah.
Hal lain yg cukup menyebalkan adalah ga bisa ngwrite ke ntfs. Secara saya masih memiliki partisi dengan format ntfs, dan data2 disimpan disana, ketidakmampuan menulis ke ntfs ngbuat bete juga. Kata seorang teman sih, beberapa distro linux tidak support write ntfs dikarenakan ntfs itu licensed, ga gratisan, property windows ya klo ga salah. Baru saja kemaren saya menemukan solusinya secara kebetulan. Sebenernya lagi nyari2 yg laen, eh tanpa diundang muncullah web ini. Jadi ceritanya gini, supaya bisa read and write ke ntfs kita perlu sbuah tool yang disebut ntfs-3g. Untuk itu kita perlu:
1. Edit source.list dengan command “sudo gedit /etc/apt/sources.list” dan memasukkan repositori berikut:
deb http://givre.cabspace.com/ubuntu/ edgy main
deb http://ntfs-3g.sitesweetsite.info/ubuntu/ edgy main
deb http://flomertens.keo.in/ubuntu/ edgy main
2. Download GPG key untuk repositories tersebut dari http://flomertens.keo.in/ubuntu/givre_key.asc.
3. Menambahkan key tersebut ke list yang kita miliki dengan command “sudo apt-key add givre_key.asc”
4. Update source list dengan command “sudo aptitude update”
5. Kalo dah diupdate, waktunya untuk install ntfs-3g dengan command “sudo aptitude install ntfs-3g”
6. Yosh, dah keinstall deh! Sekarang waktunya ngedit file /etc/fstab. Pertama kita backup dulu itu file dengan command “sudo cp /etc/fstab /etc/fstab.bak”
7. Buka fstab dengan command “sudo gedit /etc/fstab”
8. Kita akan menemukan beberapa baris diantaranya adalah
# /dev/hda1
UUID=9EC4FDE5C4FDBF97 /media/hda1 ntfs defaults,nls=utf8,umask=007,gid=46 0 1
hda1 di laptop saya adalah partisi windows. Ganti kata “ntfs” menjadi “ntfs-3g” dan angka “1″ di akhir menjadi “0″ sehingga menjadi seperti berikut:
# /dev/hda1
UUID=9EC4FDE5C4FDBF97 /media/hda1 ntfs-3g defaults,nls=utf8,umask=007,gid=46 0 0
lakukan hal yang serupa untuk partisi lainnya.
9. Unmount semua device dengan command “sudo umount -a”
10. Mount kembali semua device dengan command “sudo mount -a”
11. Beres deh! Coba aja bikin file ato safe file ke partisi ntfsnya, pasti bisa!Well at least it works on me.
Beres satu masalah, masih ada masalah lain, yaitu support multimedia di ubuntu. Saya masih belum menemukan player yang memiliki codec yang lengkap sehingga bisa memainkan segala jenis file film seperti KLMCodec yang berjalan di Windows. Saya sudah menginstall vlc, yang cukup lengkap sebenernya, cuman sayang tidak support rmvb file format, karena katanya rmvb itu tidak open source. Ok, gapapa deh, eh tapi vlc juga masih bermasalah. Beberapa menit pertama memainkan film aman2 aja, mulus. Tapi setelah beberapa menit, gambar mulai patah2, dan vlc jadi ga responsif, kenapa ya????Help me!!!
Nyoba pake xine, tetep ga bisa mainin rmvb. Coba install codec sana sini, eh malah jadi bahkan ga bisa mainin file avi, bete deeeeh…Seandainya ada klmcodec untuk linux…*daydreaming…
Well, begitulah sekelumit cerita pengalaman menggunakan Edgy selama dua hari. masih banyak masalah yang belum terselesaikan seperti driver2 buat modem, wireless card, dll. Satu2 deh. Entah kenapa, walopun banyak kekurangannya, tapi saya justru semakin penasaran, dan semakin pengen ngbuat Edgy semakin enak untuk dipake. Mungkinkah ini cinta?
Setelah beberapa hari yang lalu saya diperlihatkan sebuah video oleh admin gendut yang lolita complex bernama alfa
, saya benar2 penasaran dengan Ubuntu. Video itu ngliatin seseorang yang menjalankan Ubuntu di komputernya. Gila!Keren!Luar Biasa!Pengen!Itu yang saya pikirkan setelah menontonnya. Animasi2 dan efek2 saat membuka window, meminimize, maximize, menutup, pindah workspace dan lain2nya LUAR BIASA!KEREEEEEEEEEEN!!
Ternyata Ubuntu orang tersebut dilengkapi dengan program bernama Beryl. Dengan penuh pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk menghapus satu partisi di laptop dan dialokasikan untuk Ubuntu 6.10, Edgy Eft. Setelah itu saya langsung mencoba menginstall Beryl. Gagal teruuuuuuuuss!
Ga ngerti kenapa. Akhirnya, minta bantuin si admin gendut lolita complex itu, dalam 15 menit, Bery terinstal! Yataaaa!
Ternyata bener, sesuai dengan yang di video, kereeeeeeeeeeen. Tapi masih ada yang kurang, blun ada icon2 shortcut yg sperti mac os yang klo mouse kita arahin ke situ icon yg ditunjuk jadi besar, apa ya namanya itu???Ada yg tau?
Anyway, saya jatuh cinta abis dengan pasangan ini (baca: Edgy Eft+Beryl). Udah keren, gratisan pula! Thank u, Mark Shuttleworth!. Sekarang saya sedang berusaha menginstall program2 agar Edgy Eft semakin nyaman dipake, senyaman pas di Windows lah.Mudah2an bisa, soalnya susahnya Linux itu adalah nyari driver2 buat hardware. Soalnya, developer masih pada Windows-oriented sih…
Keterangan gambar:
Gambar 1: Rotate Cube - efek waktu pindah workspace
Gambar 2: Desktop normal
Gambar 3: Efek window waktu di restore dari minimize state
Gambar 4: Rotate Cube - efek waktu pindah workspace
Gambar 5: Efek window waktu di drag
Gambar 6: Efek window waktu di drag
Gambar 7: Efek window waktu di close (burn)
Kemaren malem baru aja diajarin seorang admin lolita complex yang gemuk yang bernama Alfa
cara meng-ipv6-kan laptop gw di jaringan ITB.
Ternyata mudah
Yang harus dilakukan adalah:
1. Install IPv6 di PC. Buka command prompt, lalu ketik “ipv6 install”
2. Untuk browsing, gunakan Mozilla Firefox, set Proxy ke alamat cache4.itb.ac.id
3. Untuk mengetahui alamat IPv6 dari cache4.itb.ac.id buka kembali command prompt dan ketik “nslookup” Enter
4. Setelah itu ketik “set type=AAAA” Enter
5. Kemudian ketik “cache4.itb.ac.id” Enter. Maka akan muncul alamat ipv6 dari cache4.itb.ac.id
6. Masukkan alamat tersebut ke proxy setting mozilla firefox.
7. Udah deh browsing, gampang kan!!
Make ipv6, ga perlu khawatir kena penjaga cumi gara2 sitenya di blok, kt Andi sih ga diblok trus lebih cepet dalam rangka memasyarakatkan ipv6 dan meng-ipv6-kan masyarakat. Cool…
Baru saja saya mencoba membuat blog di multiply.com ternyata seru juga. Jadi mulai sekarang saya bakal mencoba mengaktifkan dua blog ini, pembagiannya gimana ya, mungkin disini isinya bakalan hasil pembelajaran saya, klo yg di http://nicnocquee.multiply.com lebih ke curhatan2 ga jelas kali yaaa..
So visit both of them, k!
People said that we must move on. But now, I don’t feel like moving. I just want to stay put and wait. But who knows, maybe on the next post I’ll say I’ll move on. God knows.
But this time, let me say it out loud, “I DON’T WANT TO MOVE ON!!!!! I WANT TO STAY PUT AND WAIT!!!“
Bangun di pagi hari, memandang Jakarta dari balik jendela Ibis. Mandi trus turun buat makan di tempat makannya. Dah ada beberapa peserta lain di sana. Setelah kumpul semua, kita langsung di bawa ke PPTI lantai 4, dimana acara grand finalnya bakal diadakan. Berbeda dengan malam sebelumnya, ruangan tempat acara berlangsung dah keren dan rapi, sebelumnya masih berantakan banget. Kita langsung disuruh gladi resik lagi, trus dibagiin kostum. Katanya sih jas lab IWIC. Jasnya sih kaya jas lab biasa, cuman ada tulisan IWICnya, cuman yg bikin ga banget itu kita dikasih ikat pinggang kaya yang dipake taekwondo. Ga matching banget deh, warnanya biru buat yg software, orange buat yg hardware. Pokonya jadi ga jelas banget deh kostumnya, siapa sih yg ngrancang, geblek abis. Tapi mau ga mau harus dipake. Abis itu kita nunggu lama di backstage, sempet ketiduran juga, mana dingin banget lagi ACnya.
Akhirnya dimulailah acaranya, penontonnya dah banyak, MCnya dah dateng, Indra Herlambang (pembawa acara Insert) ama Donna Agnesia bo!Bintang tamunya juga dah ada, J-Rocks (Jambrong Rocks, Jelek Rocks, Jablai Rocks?)
Yang bikin tegang akhirnya tiba, pengumuman tiga besar dari masing2 kategori. Yang pertama dari kategori SMP/SMU. Utusan dari Jawa Barat, Rizki P Dewantoro masuk jadi tiga besar euy!Padalah sebenernya saya aga meragukan dia bisa masuk, soalnya pas taping aja dia sampe diulang dua kali karena grogi, trus dia juga konsepnya padahal ga terlalu jelas, but anyway, he entered the big three. Oia, jadi ceritanya, tiga besar dari masing2 kategori bakal tetep di panggung, trus ngambil kartu secara acak gtu, buat nentuin juri yang bakal ngasih pertanyaan ke dia. Kaya ajang miss-missan gtu deh.
Abis kategori SMP/SMU, ada hiburan dulu dari Jrocks, ga nyangka ternyata penontonnya (yang kebanyakan anak SMA) pada heboh, sebegitu asiknya ya JRocks?
Yah, pokonya abis itu bagian saya, kategori software. Saya gagal. Yang masuk tiga besar adalah Budi Daryatmo dari Palembang, Andi Sunyoto, sama Thomas. Damn! Shit! Ternyata bgini rasanya terbuang. Saya jadi tau rasanya peserta AFI, Indonesian Idol, ato ajang2 lainnya pas mereka terdepak. Mengesalkan. ”So this is what it feels to be defeated”, that’s what I thought. Beberapa teman ngsms saya dan mnghibur. Well, it just made me more realize that I was a loser. But I won’t admit my defeat. Cause it wasn’t my fault, it was most Indosat Bandung’s fault! Jadi setelah gw ngobrol2 dengan temen2 finalis lainnya, ternyata mereka semua diberitau bahwa mereka menjadi finalis dah diminta untuk membuat prototype pada tgl 18 Oktober, sebelum lebaran. Jadi mereka punya waktu sekitar tiga minggu hingga deadline pengumpulan prototype untuk mengerjakan dan menyempurnakan prototype mereka. Sedangkan saya baru diberitau Indosat Bandung pada tanggal 2 November, setelah liburan lebaran. Jadi saya hanya punya waktu 1 minggu tepat untuk menyelesaikan prototype. Yang bener aja????!!! Gila ya lu nyuruh bikin sistem yang kompleks dalam satu minggu. Kalo saya bs melakukan itu Indosat harus bayar saya dengan mahal! Saya sudah mengajukan keluhan dan protes kepada pihak Indosat, tp mu gimana lagi, nasi dah jadi bubur. Ya sudahlah, intinya saya tidak masuk tiga besar, tidak dapet hadiah apa2 selain uang pelipur lara. Yang menjadi juara adalah Mas Budi, well I think he deserved it, he’s good.
Lalu yg terakhir adalah pengumuman tiga besar dari kategori hardware, yang lolos adalah Bagus, Rochadi, dan Didi.
Abis itu di akhir acara diumumin siapa yg juara 1,2, dan 3 dari masing2 kategori. Juga sekalian Juara favorit hasil poling sms. Yang menang favorit adalah Fuad, teman sekamar saya di Ibis, dari Surabaya.
Abis itu kita balik ke Bandung. Di perjalanan saya baru kepikiran. Ternyata udah ada tanda2 siapa yang bakal masuk tiga besar dari kategori hardware dan software. Bagus, Rochadi, dan Didi yang masuk tiga besar kategori hardware pas di Jatiluhur itu sekamar semua! Sedangkan untuk yg kategori software ceritanya gini. Di hari kedua di Jatiluhur pas malem2 itu ada games group. Jadi kita semua dikelompok2in gtu. Kita diminta buat suatu karya yang berhubungan dengan teknologi dari bahan2 kertas, sedotan, stick,lem dan lain2. trus kita diminta mengutus salah seorang untuk mepresentasikan hasil karya kita. Well guess what, yang menjadi utusan dari masing2 group adalah Budi, Andi Sunyoto dan Thomas, dimana ketiga2nya pada akhirnya menjadi tiga besar dari kategori software! Ternyata Tuhan sudah memberikan pertanda.
Well, that’s it. A little detour in my life. Rasanya seperti mimpi.
Di hari ketiga IWIC, kita hanya jalan-jalan dan bersenang2. Sayangnya jalan2nya ke Bandung, dah bosen kale. Di Bandung pertama2 kita ke ITB, kampusku, males banget ga sih, jalan2nya ke kampus sendiri. Di sana kita disambut ama dosen2 elektro, trus ada presentasi dari Tim Arjuna (Albert, Arthur, Pardi) yang menangin LSI Design Contest di Okinawa. Abis dari ITB kita ke Dapur Teteh yg punya Aa Gym. Makan trus ada pengesahan perjanjian kerjasama gtu antar Indosat dengan Daarut Tauhid. Dari sana kita ke Kartika Sari yang deket stasiun. Dari Kartika Sari kita berangkat ke Jl. Riau buat ngdatengin FO (Factory Outlet) dan distro2 yang ada di sana. Abis cape shopping baliklah kita ke Jakarta. Oia, sementara kita jalan2, katanya para juri sedang menilai tape rekaman presentasi semua finalis.
Di Jakarta kita langsung ke PPTI. Di sana kita makan trus gladi resik buat acara grandfinal besoknya. Abis cape GR, kita dibawa ke Hotel Ibis buat istirahat. Di Ibis, saya sekamar dengan Fuad dari Surabaya. Dari obrol2an kita berdua, ternyata dia seorang otaku juga seperti saya, jadi nyambung aja kita ngobrol.
Maklum orang kampung, jarang nginep di hotel, pas nyampe kamar kita berdua bingung, koq lampu dan AC di kamar ga bisa nyala2, padahal dah dipencet2 tombolnya. Akhirnya manggil temen di kamar lain dan ternyataa…kita kebalik masukin kunci kamarnya, malunya, finalis IWIC tapi ga bisa nyalain lampu doank 
Bis itu tidur, karena cape, ga sempet lagi mikir tentang hasil penjurian, gimana besok aja…
Another sunny day. Bangun pagi, solat, mandi, make baju IWIC, makan, trus nunggu keberangkatan ke ITCC. Dari ITCC ke wisma sebenernya ga terlalu jauh klo naik mobil, sekitar 10 menitan, tapi jalannya itu lho, mendaki gunung menyebrangi sungai.
Sampai di ITCC, menunggu giliran presentasi, saya urutan keempat. Sambil nunggu saya nyobain jalan ato ga prototype (yang sangat cupu) make wireless lan punya indosat. ternyata buat make itu jaringan harus authentikasi dulu, saya tanyalah itu teknisi indosat gimana cara. akhirnya laptop saya bisa mengakses itu jaringan, tapi masalahnya handphone pinjaman dari Indosat (N93) ga bisa authentikasi, bingung dah…trus akhirnya saya coba make access point yg dibawa dr kantor,fiuuh,untung bisa.
Akhirnya tiba jg giliran saya, ga terlalu tegang soalnya ga da jurinya!Jadi kita video taping gtu, presentasi kita direkam, tar jurinya bakal nilai dari presentasi kita. Presentasi saya berjalan lancar2 saja, dan saya juga sempet menyampaikan keluhan saya tentang telatnya Indosat Bandung memberitahukan saya tentang kelolosan saya di IWIC. Saya baru tau pas di wisma, ternyata anak2 dari regional lain itu sudah diberitahukan bahwa mereka lolos dan harus membuat prototype sekitar tiga minggu sebelum pengumpulan, sedangkan saya diberitahu 1 minggu sebelum pengumpulan, yang bener aja????? Tapi tau deh, klo ternyata video rekaman presentasi gw diedit, trus bagian itu dibuang…Anyway, abis presentasi lega deh, keliling2 ITCC aja, ngliat2, sambil nunggu sampe semua selese video taping.
Sorenya abis selese taping kita semua dikumpulin di balairung ITCC buat latihan parade finalis buat acara puncaknya di jakarta. kita latihan koreografi gtu, malesnya, disuruh buat bergaya gila2an, nari2, aduh males deeeeeh…Udah selese itu kita balik lagi ke wisma buat istirahat, tp malemnya harus balik lagi ke ITCC buat BBQ.
Abis BBQ, ada hiburan gtu, penyanyi duet 2 orang cewe (bukan RATU). Trus kita juga diajarin nari poco2, lumayan bisa nari ama Vinta (salah seorang crew EO yang gw bilang sexy itu
) Trus ada juga game2 garing antar kelompok gtu. Abis itu kita balik ke wisma, istirahat, karena besoknya kita bakal ngunjungin Bandung buat jalan2..
Last night at ITCC, good bye Jatiluhur
Posting ini adalah bagian pertama dari rangkaian cerita saya selama mengikuti Grand Final ajang Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC).
Di pagi yang cerah, saya berangkat dari rumah menuju kantor Indosat di jalan Asia Afrika Bandung yang gedungnya warna kuning. Di sana saya bertemu dengan Ajis (pendamping kontestan) dari Indosat regional Jawa Barat, dan tiga orang finalis lainnya yang mewakili regional Jawa Barat, yaitu Hadi Hidayat (kategori hardware) dan Rizki (kategori software). Hadi saat ini masih kuliah di PolBan sedangkan Rizki masih bersekolah kelas 1 SMU di Cianjur. Dari kantor tersebut, Ajis dengan pedenya membawa kita bertiga ke ITCC (Indosat Training and Conference Center) di Jatiluhur. Saat itu adalah kali pertama saya ke tempat tersebut, keren juga tempatnya, dan dari kejauhan saya bisa melihat waduk Jatiluhur, gede bo!
Baru aja mau istirahat di wisma Indosat dekat ITCC tersebut, Ajis tiba2 ditelpon dari Indosat Jakarta. Kita diminta dateng ke Indosat Jakarta dulu buat regristasi. Berangkat deh ke Jakarta. Parahnya, di mobil itu ga da yang tau Jakarta, Ajis ga tau, supirnya pun ga tau. Tapi mereka tetep pede dan sotoy aja. Lama juga di jalan sampe sempet ketiduran. Dah nyampe Jakarta kita dapet petunjuk jalan dari orang Indosat Jakarta lewat telepon. Tapi emang dasar sotoy, jadi aja salah jalan n kesasar. Setelah lama nyari2 monas, soalnya kata orang Indosat Jakarta kantornya ada deket Monas, akhirnya kita nemu itu kantor. KPPTI namanya. Ga tau singkatan dari apa?sama, saya juga waktu itu belun tau. Tapi parahnya lagi, si Ajis pun ga tau itu singkatan dari apa, ya ampun orang Indosat bukan sih lho??
KPPTI itu singkatan dari Kantor Pusat PT Indosat. Fiuh, akhirnya nyampe juga, pegel duduk terus di mobil.
Kita langsung diminta naik ke lantai paling atas, lt.26. ternyata disana lg pada makan siang, pas banget!
Di sana dah ada finalis lain yang dari regional2 lain. Bis dikasih pengarahan, dll, ternyata kita balik lagi ke ITCC naik bus. Hh, jadi bolak balik. Di bus saya ketiduran jadi blun sempet kenal2an dengan finalis lainnya. Oia, ada dua cewe dari EOnya cantik n sexy bo!
Sampe di wisma Indosat di Jatiluhur, kita langsung dapet pembagian kamar, saya sekamar dengan Heru dari Pekanbaru (kalo ga salah) ama Umul dari Surabaya. Di wisma itu ada empat pondok kalo ga salah, masing2 pondok ada 4 kamar. Lumayan enak, nyaman lah. Malamnya kita dinner bareng, trus ada pengarahan lagi. Saya sudah mulai kenal beberapa finalis, seperti Thomas dari Jakarta, Rohadi dari Jakarta juga. Kata orang, don’t judge a book by its cover. Tapi secara naluri kita akan menilai seseorang dari kesan pertama. Kesan pertama saya buat Thomas adalah seorang yang bergaya (maksudnya merhatiin penampilan) dan selalu ingin tampil, tapi dari cara dia bicara saya tau dia orang pintar. Sedangkan untuk Pak Rohadi, saya pikir dia orangnya berwibawa, pintar, dan berpengalaman, apalagi karya dia itu keren, Wireless Earthquake Detector. Sehabis pengarahan juga saya berkenalan dengan Mas Budi Daryatmo, juara bertahan taun lalu bo!Ternyata beliau ini lulusan EL ITB juga seperti saya angkatan 98, senior banget!!Dan ternyata lagi, beliau ini bekerja di kantor yang berada satu lantai di bawah kantor saya saat ini!Koq saya jarang liat dia ya?hmm..Anyway, setelah ngobrol2 sama dia, saya langsung menebak dia bakal juara lagi tahun ini. Orangnya pembawaannya tenang, dan jelas dari cara dia berbicara semua orang akan menilai dia pintar, tapi asiknya dia ini rendah hati dan tidak sombong. Cara dia menyampaikan informasi tidak membuat kita merasa sedang digurui, tapi justru sedang dibimbing. Great guy! Oia,dari tampangnya saya ga nyangka dia angkatan 98, tampangnya muda sih 
Setelah itu, kita balik ke kamar masing2 dan istirahat. Semua merasa lelah karena perjalanan yang jauh. Tambah lagi besoknya kita harus bangun aga pagi untuk acara berikutnya. Lalu tidurlah daku…
Recent Comments