Non-ITB Preferrable
15 02 2007Mungkin itulah yang bakal terpampang di pengumuman vacancy sebuah perusahaan N*C di masa depan. Baru saja mendapatkan kabar dari seorang teman bernama P*mp*m yang baru saja mengikuti interview di perusahaan N*C tersebut. Bagaimana mereka (p*mp*m) dipojokkan karena mereka adalah lulusan ITB. Pasalnya, perusahaan tersebut baru saja mengalami sesuatu yang tampaknya belum pernah terjadi semenjak mereka berdiri. Salah seorang karyawan mereka resign hanya dalam waktu satu minggu setelah dia mulai bekerja untuk pindah ke perusahaan lain. Dan sialnya, seseorang tersebut adalah seorang lulusan ITB (Institut Teknologi Bandung). Dan sayangnya, seseorang tersebut adalah teman saya. Bayangkan saja, baru 1 Minggu bekerja! Mungkin berkenalan dengan rekan kerja di seberang meja saja blum. Saya bisa memahami bagaimana perasaan manager atau atasan perusahaan tersebut. Karena kalau saya yg jadi manager, saya tidak akan lagi menerima anak lulusan ITB. Memangnya kita hanya batu loncatan aja??!
Yang paling saya sesali adalah kenyataan bahwa yang melakukan perbuatan tersebut adalah teman saya. Memang bukan hak saya untuk menilai baik buruknya perbuatan seseorang, atau mungkin saja dia melakukan itu karena suatu alasan yang dia anggap benar, walaupun saya menduga alasannya karena gaji, tapi tak bisakah dia sedikit menghormati? Menghormati perusahaan, menghormati teman2nya yang sejurusan, menghormati adik2 kelasnya??Menurut saya, dia sudah benar2 mencoreng nama baik almamater. Menunggu setidaknya sampe masa probation lewat?Jangan seminggu banget laaaah.
Atau mungkin dia hanya ingin mempertegas mitos bahwa anak2 ITB itu ‘kutu loncat’?
Update: Ternyata postingan saya ini dipublish di milis angkatan saya, dan ternyata lagi menimbulkan perdebatan yang lumayan sengit, bahkan menjadi thread yang sangat serius untuk ukuran milis angkatan saya. Di milis tersebut, terkuak pengakuan dari sang ‘pemeran utama’. Menurut penuturannya, dia pindah karena merasa pekerjaan yang diberikannya tidak sesuai dengan yang dia apply. Dia juga mengatakan bahwa dia keluar dengan baik2. Well, anyway, it’s his decision, and no use no more talking about his action. Some friends of mine had tasted the consequences of his doing. At least the company has learnt from its mistakes. Now they give some penalty for those who resign before a certain period of time.
Comments : 18 Comments »
Categories : just a thought...





. ada ide pake program apa?







Recent Comments