Baru saja saya menyaksikan betapa ironisnya dunia ini. Di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta, ada program yang berinisial FT, menampilkan seorang kaya yang mempertunjukan koleksi mobil dan motornya. Orang idiot pun bisa langsung melihat kalau mobil dan motor yang dimilikinya bukanlah barang murah, satu mobil mungkin mencapai satu miliyar rupiah, Rp. 1.000.000.000,-, nolnya sembilan! Dan lebih gilanya lagi, ia punya tujuh buah (atau lebih?) yang seperti itu, plus lima buah MoGe (motor gede).
Perasaan saya campur aduk:
1. kagum
2. terpesona
3. kaget
4. iri
5. bingung
6. senang
7. sedih
8. marah
Kagum, terpesona, kaget?Tentunya. Koleksinya itu begitu indah. Iri, tak pelak lagi, bisakah saya sepertinya *daydreaming. Bingung?Koq bisa ya?apa yang Bapak itu lakukan hingga bisa mendapatkan itu semua? *wandering. Senang, karena masih ada orang yang bahagia di luar sana, dan saya masih diberikan mata sehingga dapat melihat koleksinya yang begitu indah.
Sedih dan marah, karena saya baru saja menyaksikan berita di sore harinya tentang seorang pengungsi lumpur Lapindo, seorang Bapak tua yang memiliki tiga anak dan bersedih karena anak-anaknya yang masih balita tidak bisa mendapatkan makanan yang layak. Ia tidak dapat menghindar dari keadaan itu, ia tak punya uang lagi, dan sumber penghasilannya yaitu warung yang ia miliki telah tenggelam di bawah kelamnya lumpur Lapindo.
Tanpa bisa kucegah, muncullah suara-suara di kepalaku, “kenapa Bapak kaya tadi tidak menyisihkan hartanya yang banyak untuk membantu para korban Lapindo?”, “dia memberikan dua juta saja ke setiap kepala keluarga korban lapindo pasti bisa, saya yakin bisa, buktinya dia bisa mengeluarkan uang miliyaran rupiah untuk koleksinya itu”, “kalo dia mau lihat, banyak pengemis dan anak jalanan diluar sana, kenapa dia ga membangun sebuah komplek perumahan, berikan ke pengemis dan anak2 jalanan itu, sekolahkan mereka, dan bantu mereka?Pasti bisa! saya yakin dia bisa!”
“But hey! That’s his own money! He can use it, spend it anyway, ANYWAY he wants!”
“Dunia tidak adil?Atau Tuhan tidak adil?atau memang beginilah seharusnya dunia?”
“apa peran saya di dunia yang gila ini?Hanya menuliskan cuap cuap tak penting di blog ini?apa yang bisa saya berikan untuk dunia ini?”
“what’s in the world will be better with my existence?”
-kepala jadi pusing-
Recent Comments