Mohinder @ Last episode

26 05 2007
Opening:
Where does it come from?
This quest?
This need to solve life’s mysteries
when the simplest of questions
can never be answered.
Why are we here?
What is the soul?
Why do we dream?
Perhaps we’d be better off not looking at all.
Not delving,not yearning.
But that’s not human nature,not the human heart.
That is not why we are here.
Yet sill we struggle to make a difference,
to change the world,to dream of hope.
Never knowing for certain
who we will meet along the way.
Who among the world of strangers
will hold our hand.
Touch our hearts.
And share the pain of trying.

Ending:
So much struggle for meaning,for purpose.
And in the end,we find it only in each other.
Our shared experience of the fantastic.
And the mundane.
The simple human need to find a kindred.
To connect.
And to know in our hearts…
that we are not alone.





Ironic?Or that’s just the way it should be?

22 05 2007
Baru saja saya menyaksikan betapa ironisnya dunia ini. Di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta, ada program yang berinisial FT, menampilkan seorang kaya yang mempertunjukan koleksi mobil dan motornya. Orang idiot pun bisa langsung melihat kalau mobil dan motor yang dimilikinya bukanlah barang murah, satu mobil mungkin mencapai satu miliyar rupiah, Rp. 1.000.000.000,-, nolnya sembilan! Dan lebih gilanya lagi, ia punya tujuh buah (atau lebih?) yang seperti itu, plus lima buah MoGe (motor gede).
Perasaan saya campur aduk:
1. kagum
2. terpesona
3. kaget
4. iri
5. bingung
6. senang
7. sedih
8. marah
Kagum, terpesona, kaget?Tentunya. Koleksinya itu begitu indah. Iri, tak pelak lagi, bisakah saya sepertinya *daydreaming. Bingung?Koq bisa ya?apa yang Bapak itu lakukan hingga bisa mendapatkan itu semua? *wandering. Senang, karena masih ada orang yang bahagia di luar sana, dan saya masih diberikan mata sehingga dapat melihat koleksinya yang begitu indah.
Sedih dan marah, karena saya baru saja menyaksikan berita di sore harinya tentang seorang pengungsi lumpur Lapindo, seorang Bapak tua yang memiliki tiga anak dan bersedih karena anak-anaknya yang masih balita tidak bisa mendapatkan makanan yang layak. Ia tidak dapat menghindar dari keadaan itu, ia tak punya uang lagi, dan sumber penghasilannya yaitu warung yang ia miliki telah tenggelam di bawah kelamnya lumpur Lapindo.
Tanpa bisa kucegah, muncullah suara-suara di kepalaku, “kenapa Bapak kaya tadi tidak menyisihkan hartanya yang banyak untuk membantu para korban Lapindo?”, “dia memberikan dua juta saja ke setiap kepala keluarga korban lapindo pasti bisa, saya yakin bisa, buktinya dia bisa mengeluarkan uang miliyaran rupiah untuk koleksinya itu”, “kalo dia mau lihat, banyak pengemis dan anak jalanan diluar sana, kenapa dia ga membangun sebuah komplek perumahan, berikan ke pengemis dan anak2 jalanan itu, sekolahkan mereka, dan bantu mereka?Pasti bisa! saya yakin dia bisa!”
“But hey! That’s his own money! He can use it, spend it anyway, ANYWAY he wants!”
“Dunia tidak adil?Atau Tuhan tidak adil?atau memang beginilah seharusnya dunia?”
“apa peran saya di dunia yang gila ini?Hanya menuliskan cuap cuap tak penting di blog ini?apa yang bisa saya berikan untuk dunia ini?”
“what’s in the world will be better with my existence?”

-kepala jadi pusing-





Cowo Panggilan

18 05 2007

Begitulah sepantasnya diriku disebut selama dua pekan kemarin, dan mungkin beberapa hari ke depan. Setelah sepuluh hari yang lalu saya resmi mengundurkan diri dari kantor yang lama, saya mulai menjalani hidup sebagai seorang job sucker. Dan karena mengikuti saran dari seorang teman, yaitu untuk melakukan aksi “APPLY AND FORGET“, akibatnya sudah dua minggu ini saya menjalani roadshow interview.
Melelahkan, cape, pegel, karena harus tua di jalan, bolak balik bandung jakarta, sampe bosen ngliat Cipularang. But that was what people call effort and sacrifice. Hope I can get the most suited job.

* APPLY AND FORGET adalah suatu metoda mencari pekerjaan dimana job sucker meng-apply ke banyak job vacancies seperti yang terdapat pada jobsdb.com, karir.com, ataupun pcd.itb.ac.id, lalu melupakannya. Setelah itu, tinggal menunggu panggilan saja.
* Job Sucker adalah individu yang secara membabi buta melamar lowongan pekerjaan, sesuai namanya “sucker” yang berarti “penghisap”, job sucker menghisap banyak lowongan perkerjaan.
* Roadshow interview adalah serangkaian proses interview yang terjadi secara berurutan tiap harinya