Quick Turn of Events

19 07 2007

Long vacation ended, long vacation starting again. Cepat sekali situasi berubah. Empat bulan sejak Januari 2007 saya ga nerima gaji dari perusahaan saya bekerja pertama kali sejak lulus dari ‘kampus gajah duduk dan ngantuk’. Setelah mengundurkan diri di bulan Mei, mulailah petualanganku mencari pekerjaan di rimba internet. Memenuhi beberapa panggilan interview, menyusuri Cipularang demi mendapatkan peluang. Menolak beberapa tawaran karena pride, alasan pribadi, dan unsatisfying salary offer. Ditolak beberapa perusahaan for reasons God and they knew why. Lalu akhirnya sebuah pelabuhan bernama Lintasarta menerimaku berlabuh di sana. Only for two weeks, and I’m out of there already. Ya ya, I know, I know, menelan ludah sendiri kan? Nih pembelaan gw:

  • I didn’t move to another company because it gave a better offer. I quit ‘cause finally I grab my dream! I’m going to Japan!
  • Kalo misalnya gw tetep diem, dan keluar sebulan sebelum berangkat which is about 8 months, the company will suffer greater loss
  • Ga memuaskan? O well..

Akhirnya saya merasa dapat melangkah lebih pasti. Baru kali ini saya dapat melihat diri saya 8 bulan ke depan, biasanya seminggu ke depan aja ga kebayang :p Thank you God for this great miracle :) passing_letter.jpg

Seperti halnya sigit yang telah membawaku mengambil tugas akhir yang sangat berguna, keberhasilan ini tidak lepas dari pengaruh seorang teman bernama Sandy. I was gonna give up when I failed the first time last year, but thanks to him showing me another chances and encouraging me over and over, I tried again this year. Thank you, ndy! Terimakasih juga buat my bro Opik, Ira, Wawan, Jeane, Pam2 n Norman for helping me preparing my scholarship interview, arigatou minna!:)

Yosh, saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan dan petualangan baru!





Waters: Samurai 7

17 07 2007

 

waters.jpgJ-Movie yang satu ini ceritanya simple sebenernya tapi lumayan lucu. Yang paling gw suka adalah endingnya, duuuh pengen langsung ceritain endingnya tapi tar yang baca (kaya ada aja yg baca:)) ) pada ga ngerti lagi :p

Ya udah, diceritain deh dari awal, puas?puas?? (keseringan nonton tukul nih :p ) Film berdurasi 1 jam 49 menit ini bercerita tentang 7 orang ‘host’. ‘Host’ disini bukan berarti ‘inang’ kaya di cerita Alien lho, tapi berarti cowo yang menemani dan melayani wanita2 di sebuah klub. Jepang emang aneh, biasanya cewe2 yang melayani cowo2 di klub2 gtu, ini malah kebalikannya. So be it, those seven guys ended up as ‘hosts’ due to the problems they had faced before. Sialnya, pas interview mereka diminta membayarkan sejumlah uang ke manager sebuah host yang ternyata adalah seorang penipu, ludeslah duit mereka. Lalu muncullah seorang tua pemilik (owner) klub tersebut yang sudah cukup tua bersama cucunya yang cantik jelita, Chika, dan mengaku telah ditipu juga oleh manager tersebut. Then the young girl who think herself as White Snow and consider those seven guys as the seven dwarf suggested the seven guys to run the club. Mulailah tujuh ‘host’ amatiran ini meniti karir mereka (karir yang aneh :p)

Ada kegagalan membumbui perjuangan mereka namun berhasil mereka lalui dan berhasilah mereka mengumpulkan 10 juta yen yang niatnya digunakan untuk biaya operasi jantung Chika.

Now this is the funniest part, ternyata Chika dan kakeknya adalah penipu juga! Wakakaka, dua kali mereka tertipu, ludes lagi duit mereka, duh kasian bener. Nah ini dia endingnya yang gw suka banget. Setelah tertipu dua kali, mereka ga marah2, uring2an, kesel, ato depresi. They just stand, and laugh about it. They look at the bright side, they’re having fun. Not only they got friends, but also fun and beautiful memories. Makanya di akhir film, mereka bilang:

It was a great summer

What are we gonna do now?”

“Let’s just find another ‘stage’ ”

Kereeeeeneeeen! Emang sih, di kehidupan nyata susah banget kaya gtu, tapi rasanya, bukan sombong nih, gw dah bisa sedikit melakukan hal itu. These few months had been quite unfortunate moment and low (not lowest yet) part of my life: Jobless, moneyless, failed to get scholarship, and many more. But here I am, by believing and keep on trying, I finally reach my dream! :)

It is hard indeed, to look at the bright side of bad events,,

but it’s worth trying :)





Tuesdays with Morrie

15 07 2007

tuesdays_small.jpgABIS nyeritain Travelers’ Tale di postingan sebelumnya, sekarang gw mau nyeritain tentang satu buku lagi berjudul Tuesdays with Morrie. Buku yang ditulis oleh Mitch Albom ini ceritanya daleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeem banget. The story revolves around Morrie Schwartz and Mitch. Morrie adalah seorang dosen di Brandeis University, di kota Waltham, Massachusets, sedangkan Mitch adalah lulusan universitas tersebut dan merupakan satu-satunya murid yang menghadiri kuliah terakhir oleh Morrie. Kuliah tersebut dilakukan setiap hari Selasa, dengan materi kuliah adalah Makna Hidup.

 

“Kita harus mencari apa pun yang baik, benar, dan indah dalam masa hidup yang sedang kita jalani. Memandang ke belakang membuat kita seperti sedang berlomba. Padahal usia bukan sesuatu yang dapat diperlombakan.”

 

Morrie sudah divonis mati oleh dokter. Hidupnya tidak lama lagi. Namun sampai menjelang kematiannya ia masih bisa memberikan kuliah spesial untuk mahasiswa yang sudah dianggapnya sebagai sehabat. Morrie dan Mitch membahas banyak hal tentang hidup. Kebahagian, uang, kematian, perkawinan, pekerjaan, dan banyak lagi. This book shows life from a point of view of someone who’s about to die. It really inspires me a lot!

 

“Abdikan dirimu untuk mencintai sesama, abdikan dirimu kepada masyarakat sekitar, dan abdikan dirimu untuk menciptakan sesuatu yang mempunyai tujuan dan makna bagimu.”

 

I’m really thankful to my ‘bro’, Opik, for recommending me this awsome book! Yup, buku ini sebenarnya adalah buku tambahan. Jadi seperti gw sebutin di postingan sebelumnya, ada tiga buku yang gw beli. Karena saat membelinya gw ga bawa uang tunai yang banyak, gw tanya ke kasir bisa ga bayar pake kartu debit Mandiri, ternyata bisa namun minimal Rp. 100rb. Gw pilih Travelers’ Tale dan Mana yang lebih banyak, orang hidup atau orang mati?&Mengapa rambut menjadi uban?Dan 112 pertanyaan lain. Tapi ternyata masih kurang! Dan untuk melengkapinya, Opik recommended me this book. Great book!

 





Travelers’ Tale Belok Kanan: Barcelona

15 07 2007

JARANG sekali saya membaca novel, baik novel local maupun international, lebih seneng komik :p.Hanya sedikit novel-novel yang pernah saya baca, apalagi yang saya koleksi. Yang saya suka adalah Supernova (koleksi), Kahlil Gibran (koleksi), dan Harry Potter (ga koleksi, yang ini minjem punya temen :p)

Nah, beberapa hari yang lalu, dengan alasan mengisi waktu kosong akibat menyandang status ‘pengangguran ketara’*, saya membeli tiga buah buku di Toko Buku Gunung Agung yang bertempat di mall paling menarik di Bandung (IMHO), Ciwalk. Judulnya adalah “Tuesdays with Morrie”, “Travelers’ Tale”, dan “Mana yang lebih banyak, orang hidup atau orang mati?&Mengapa rambut menjadi uban?Dan 112 pertanyaan lain” (panjang beneeeeer judulnya).

Ok, now I want to share about Traveler’s Tale. Walopun sebenernya yang pertama dibaca adalah Tuesdays with Morrie, tapi pengen cerita ttg Traveler’s Tale dulu. Novel yang dibuat oleh empat orang ini, Adithya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidayat, dan Ninit Yunita, sangatlah MENARIK! Seriously, this book not only describe so many places, but also includes some advices for those who wants to travel! I really love it, because it’s my dream to travel around the world and visit many diferent places. Keren abis lah! Ditambah lagi dengan bumbu persahabatan dan percintaan di dalamnya, membuat buku ini semakin nyummmy untuk dibaca :p

Ceritanya seperti apa?Nih resensi yang ada di back cover buku ini:

“KEEMPAT orang bersahabat dari kecil. Di masa SMA mereka mulai saling jatuh cinta tanpa pernah tersampaikan. Retno dua kali menolak Francis padahal sebenarnya Farah memendam cinta pada pria itu. Menambah masalah jadi pelik, Jusuf juga sebenarnya menyayangi Farah.

Mereka tumbuh besar dan bekerja di negara berbeda. Masalah dimulai ketika Francis mengirimkan undahgan kepada tiga sahabatnya bahwa dia akan menikah dengan gadis Spanyol di Barcelona. Dari penjuru yang berbeda dan dengan budget terbatas, keempatnya pergi menuju Barcelona. Mereka membaha misinya masing-masing mencari jawaban untuk pertanyaan yang tak pernah tersampaikan selama ini.”

Gtu ceritanya, nangkep kaaaan??! Ya klo mau lengkapnya, beli aja di toko buku terdekat kesayangan anda, jangan jauh2, berat di ongkos :p Menariknya, ada banyak quote2 menarik yang berhubungan dengan travel yang diselipkan di setiap pergantian chapter, seperti:

Traveling-

It gives you home in thousand strange places, than leaves you a stranger in your own land

- Ibn Battuta

 

Ok, sebelum kita akhiri review murahan ini, ada satu kalimat yang selalu gw inget yang diucapkan seorang tokoh dalam novel ini bernama Sisi Saputra, teman Francis, kepada Francis:

You’re not in love, Cis…. You just like the idea of falling in love with Inez”. Kenapa ini saya inget, tar aja ah kapan2 saya ceritain :D

*Istilah yang disebutkan oleh teman kuliah yang sedang menanti sidang Tugas Akhir. Dia menyebut dirinya sendiri ‘pengangguran tak ketara’, karena walaupun statusnya masih mahasiswa, dia tidak kuliah lagi.





Kenapa tidak Ubuntu lagi?

11 07 2007
Mungkin pembaca setia blog saya ini (kaya ada aja yang baca :)) ), bertanya-tanya seperti judul postingan kali ini, kenapa sudah lama tidak membahas Ubuntu lagi?Ya saya juga menyadari sudah lama saya tidak membahas ubuntu. Alasannya simple aja, karena sudah lama kembali ke OS umat, Jendela, a.k.a Window XP. Kenapa?? Berikut ini alasannya:

  1. Internet. Ini mungkin bisa dibilang alasan utama saya mencampakkan ubuntu dan kembali ke cinta lama, Windows. Yup. Sudah beberapa lama ini, saya kehilangan fasilitas internet gratis seperti yang biasa saya dapatkan di kantor ataupun di kampus. Satu-satunya cara untuk saya tetap terkoneksi adalah melalui GPRS. Powered by my Sony Ericsson K508i, mini USB infrared dongle to connect to Acer Notebook, and Indosat GPRS, I could connect to the world of internet. Yup, lumayan, ga terlalu mahal, bisa dikit browsing, posting, cek email dan YM-an dengan biaya yang ga terlalu mahal. Nah, masalahnya dengan Ubuntu adalah saya ga bisa melakukan itu. Saya tidak bisa menemukan driver linux untuk infrared dongle itu. Ada yang bisa bantu kasih solusi?
  2. Beberapa program favorit saya yang berjalan di Windows belum saya temukan penggantinya di Linux, yaitu:
  • Total Commander. File manager sekalian ftp client yang berjalan di Windows ini bisa dibilang program yang paling sering saya jalankan di Windows. Fungsi file managernya menurut saya sangat praktis dan enak digunakan bahkan bila dibandingkan dengan Windows Explorer. Fungsi ftp clientnya juga sangat praktis dan kemampuan membuka beberapa koneksi ke beberapa ftp server merupakan fitur yang belum dapat saya temukan di ftp client lain yang berjalan di Linux. Teman-teman ada saran untuk yang satu ini?
  • Winamp. Walaupun di Linux sudah ada xmms, namun keindahan GUI dan fitur2 lain dari winamp blun dapat ditandingi oleh xmms. Memang ada music player yang lain seperti RhythmBox, dan saya sudah berusaha membiasakan diri menggunakannya, namun tetap saja, winamp is the best. Selain winamp modern skin nya yang indah, saya juga menyukai fitur dock on top, auto hide, transparent on hover, dan song notification (fitur satu ini sudah dimiliki RhythmBox). Ada yang mau promosi music player yang bagus di linux?

Yah begitulah, hanya sedikit trouble emang, tapi itulah program2 yang paling sering saya pakai, dan Ubuntu blun bisa memuaskan saya. Teman-teman pengguna Ubuntu dan Linux, bantu doooooonk..

Get more frame on BlogFrames





Maaf, saya membuat penuh Jakarta anda!

9 07 2007
Judul postingannya kaya judul film ya :p Yah, bgtulah, sudah sekitar seminggu ini saya menjalani kehidupan sebagai seorang pria tampan yang menjalani kehidupan keras di Jakarta, mengais rezeki untuk bertahan hidup :)) Bertempat di bilangan TB Simatupang, saya sudah bekerja selama empat hari di PT. Aplikanusa Lintasarta. Gimana rasanya? Ya gtu deh, biasa, anak baru, masih jadi anak hilang, blun tau mau ngapain, ikut2 orang aja, masih adaptasi.
Kesan saya tentang Jakarta: PANAS, MACET, PENGAP! Bandung is the best lah! Sementara di luar panas menyengat, di dalam kantor dingin membeku. Emang aneh ini dunia. Trus macetnya itu lho, koq ga abis2 ya??
Blun sempet mengexplore lebih jauh tentang tempat2 asik buat hangout dan rileks di Jakarta, soalnya selain blun ada waktu, blun ada yang mau nemenin nih. Saya selalu merasa tidak aman klo berjalan kaki di Jakarta, rasanya setiap saat bisa aja terjadi penjambretan, pencopetan, atau perampokan. Setiap melihat hotel-hotel, saya terpikir ada seorang bapak yang sedang melakukan perselingkuhan. Setiap melihat wanita2 sexy, yang terpikir adalah mereka menjual jasa esek esek. Setiap melihat pemuda2 yang tampil urakan, terbayang mereka seorang pengguna narkoba. Bad thoughts, I know. But can’t help it. Saya tahu kenapa pikiran2 jelek itu datang, karena media. Acara2 TV, dan film2 Indonesia saat ini banyak yang menggambarkan glamour dan bebasnya kehidupan di kota metropolitan ini. Apakah itu benar adanya? Apakah memang sudah sebagian besar kehidupan Jakarta seperti itu? Well, I can only be cautious and pray God protects me all the time.

Get more frame on BlogFrames





Ku tak ingin dilupakan

2 07 2007

Kepada seorang sahabat, kukatakan bahwa aku ingin menjadi seperti Thomas Alfa Edison sang penemu lampu. Menjadi seseorang yang menemukan sesuatu untuk dunia yang terus digunakan sampai akhir jaman.

Hanya satu alasannya, karena ku ingin dikenang setelah mati. Aku tak ingin dilupakan.
Saat ini, bila ku mati, tak perlu waktu lama bagi orang-orang untuk melupakanku. That is my greatest fear…





Test posting from HP

1 07 2007

Sunday,first day of july,@ yogya kepatihan bandung,sambil nunggu ngetes bs ga posting lewat hape..