Last episode of Proposal Daisakusen

27 08 2007

vlcsnap-79466.png

I really love the last ending of Proposal Daisakusen. The characters of the three, Ken, Tada, and Rei, are very..interesting

 

Ken.. finally manage to pull out all the courage to express his feeling. Swinging his last bat, hoping for nothing

 

Tada.. what a gentle fellow. The bet she gave to Rei, was not about her choosing the right hand, but whether she would choose or not. Can you do something like that?

 

Rei.. haha, what a complicated woman. Just like the rest of her gender, right? :D

Re-watched the last episode of this beautiful dorama, tears still coming out of my eyes, hehe :’p





Falling

27 08 2007
 
     
  isaac newtoon had this apple

but it took you falling into my life
to make me see the world in you

even i became new
and how we see ourselves
changes how we see the world
even from space

Larry Fleindhert - Serial TV Numb3rs

 

 

Get more frame on BlogFrames





Is it too much?

25 08 2007
I just want to love
and to be loved
is it too much to ask?




Week of Travelling

25 08 2007

 

This week has been an exhausting but amusing and adventurous journey! Senen ke Jakarta pulang pergi. Malamnya langsung berangkat ke Semarang! Belum pernah saya ke sana, bahkan belum pernah saya menginjakan kaki di daerah ‘Jawa’ sana, seperti Semarang, Yogya, Surabaya, dll. Kasian banget ya??? tapi klo daerah Sumatera udah pernah donk, Palembang, Lampung, Bangka

Ternyata jauh ya Semarang itu, hehe, naek mobil berempat, berangkat jam 9 malem, nyampe di Krapyak, eh apa Kapryak ya? Ya pokonya itu lah, jam 5 subuh di kantor ICON+ Semarang.

So, after spending two days, one and a half night in Semarang, these are my opinions: PANAS hampir seperti Jakarta, KRISIS wanita cantik (no offense, girls!), dan INDAH kotanya. Kalo Bandung unggul dari Semarang dalam hal jumlah ‘bunga-bunga’ yang cantik, Semarang unggul dalam hal keindahan kotanya. Seriously, keren banget, banyak bundaran2 dan taman2 kota, dan yang paling keren adalah Lawang Sewu! Bangunan tua peninggalan Belanda ini astonishingly beautiful! Semenjak pertama kali liat ini bangunan di hari pertama kita menginjakan kaki di Semarang, kita dah bertekad untuk masuk ke dalamnya. Kesampaian juga, di hari kedua, waktu kita lagi pada nganggur, kita kabur buat jalan2 ke sana

Lawangsewu yang berarti seribu pintu (kalo ga percaya itung aja ndiri) ini dibangun pada tahun 1908, nyaris seratus taun bo! Disana kita dipandu oleh bapak2 yang tinggal di daerah situ. Kita ditunjukan ‘Tangga Titanic’, yang diberi nama demikian karena dibuat pada waktu yang sama dengan dibuatnya kapal Titanic yang terkenal itu. Tangga yang terdiri dari 26 anak tangga terbuat dari besi yang tidak dilas sama sekali itu pernah ditawar seharga Rp. 13 Miliyar! Satu anak tangga dihargai setengah M, wuiiiih, lega rasanya bias nginjek2 barang 13M Terus kita juga ditunjukin ruang-ruang yang dulunya dipake untuk ruang penyiksaan waktu jaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu. Ga ketinggalan, kita juga dibawa ke penjara bawah tanah! Kalo kamu sering nonton Uji Nyali Alam Gaib yang dulu sering banget ditayangin di salah satu televisi swasta, mestinya kamu tau penjara bawah tanah Lawangsewu ini. Yup, lokasi yang satu ini pernah dijadiin tempat uji nyali. Ternyata, menyeramkan, gelap, pengap, panas, MENCEKAM! Di bawah sana ada dua jenis penjara, penjara jongkok dan penjara berdiri. Penjara jongkok itu bener2 ga manusiawi deh, kecil dan sempit! Penjara berdiri itu juga ga kalah, menurut penuturan Bapak pemandu, satu penjara berdiri yang sempit itu diisi oleh 6 orang! Buset! Dasar gila! Kasian bener ya orang2 Indonesia jaman penjajahan dulu. Satu yang menarik saat kita dibawah tanah itu, HPku masih mendapatkan sinyal, full malahan! Bener2 deh, sinyal kuat Ind*sat bo!

Habis puas bertualang, kita langsung beres2 dan berangkat lagi ke Jakarta. Weleh weleh, ternyata lebih lama daripada perjalanan dari Bandung-Semarang, berangkat jam 9 malem, nyampe kantor ICON+ Jakarta jam 7 pagi! Capeee…, tapi harus langsung berangkat lagi ke Hotel Mercur di Ancol buat pameran lagi. Kita sempet jadi pusat perhatian, karena selain kita dateng terlambat, penampilan kita mungkin terlihat urakan, secara gtu, 10 jam di jalan, blun sempet mandi dan makan :p Tapi ga apa2, yang penting pamerannya sukses

Malemnya kita pulang, jam 9 malem lagi, ke Bandung tercinta, my beloved city Sampe rumah langsung tidur, and it ended my exciting journey for this week.





Japanese Embassy Monbukagakusho Scholarship

25 08 2007

Beberapa waktu yang lalu, banyak yang menanyakan ke saya tentang beasiswa ini, bagaimana caranya, dan apa aja yang harus dipersiapkan. Sekalian aja saya ceritain disini. Just to remember, this is not a tip, and it may not work on you, but surely worked on me, so I won’t take any responsibility for any consequences happen to you.

Ok, monbukagakusho scholarship adalah beasiswa dari pemerintahan Jepang untuk melanjutkan studi baik D3, S1, S2 ataupun S3. Karena saya meng-apply untuk S2, saya tidak akan bercerita tentang yang lain.

Apa yang perlu dilakukan pertama kali? Tentunya adalah mengunduh (download) dokumen2 yang diperlukan di web Japanese embassy. Beasiswa ini biasanya mulai dibuka sekitar bulan Maret, jadi donlot lah dokumen2nya pada saat itu. Dokumen2nya antara lain: Application Form, Recommendation Form, Health certificate, dan Field of Study Form. Application Form berisi data2 pribadi kita yang harus kita isi. Recommendation Form adalah form untuk surat rekomendasi dari dosen pebimbing/professor/bos di tempat kerja. Health certificate berisi form yang harus diisi oleh dokter yang menyatakan bahwa diri kita sehat dan dapat menjalani kehidupan di Jepang. Field of Study form adalah form untuk kita menuliskan rencana studi di Jepang.

Nah setelah mendonlot, ya diisi lah. Yang paling penting (semuanya penting!) adalah Field of Study/Research Plan. Menurut informasi, study tingkat master dan doctor di Jepang adalah research-based. Jadi pada saat seleksi, yang akan menentukan adalah research plan yang kita buat. Di field of study ini kita harus bisa menceritakan dengan jelas apa yang akan kita lakukan di Jepang, penelitian apa yang akan kita lakukan di Jepang, kenapa kita ingin melakukan penelitian tersebut, hasil yang diharapkan dari penelitian tersebut, apa yang istimewa dari penelitian tersebut, apa guna penelitian tersebut buat dirimu sendiri dan Indonesia, dan rencana secara detail apa saja yang akan kita lakukan saat penelitan tersebut berlangsung (schedule penelitian juga boleh).

Kalau semua dokumen sudah terisi, dan dokumen2 lain yang diperlukan (seperti ijazah, transkrip, dll) sudah siap, segera kumpulkan ke Japanese embassy di Jakarta. Abis itu?Ya berdoa dan tunggu pengumuman berikutnya.

Kalau kamu lolos ke tahap berikutnya dan dihubungi pihak embassy, kamu akan dihadapkan pada dua test. Test tertulis dan interview. Test tulis terdiri atas test bahasa Jepang dan English. Hah?Ada test bahasa Jepang??? Tenang, jangan panik. Memang, test Jepang adalah mandatory alias wajib, sedangkan English bersifat optional, jadi ga ngambil test English juga ga masalah. Yang perlu diperhatikan adalah, nilai yang akan diambil adalah yang lebih besar antara test Jepang dan English. Jadi kalaupun kamu belum bisa bahasa Jepang, seperti saya:D, berusahalah di test English. Namun perlu diingat juga, kalo kamu akan kuliah di Jepang, jadi minimal bisalah sedikit2 bahasa Jepang, jangan kosong banget test Jepangnya, ok? :D

Setelah test tulis, ada interview. Kamu tidak akan menunggu hasil dari test tulis untuk menjalani interview. Semua peserta yang lolos seleksi dokumen pasti akan menjalani test tulis DAN interview. Menurut saya, interview ini lah yang paling menentukan. Kamu akan diinterview oleh 5 orang, 3 orang Jepang, dan 2 orang Indonesia. Interview bisa dilakukan dalam bahasa Jepang (kalau kamu bisa) atau bahasa Inggris (no Bahasa, sorry). Setiap interviewer akan satu persatu mengajukan pertanyaan. Pertanyaan2 yang diajukan biasanya seputar research proposal kita. Walaupun dalam kasus saya kemaren, sedikit sekali pertanyaan seputar research proposal, mungkin karena tidak sesuai dengan bidang mereka, sehingga mereka tidak terlalu mengerti, yokatta :). Pertanyaan2 lain yang perlu kamu antisipasi adalah tentang Jepang, apa yang kamu tahu tentang Jepang, ceritain tentang Jepang, kenapa harus Jepang, dan pertanyaan2 yang tidak terduga seperti tentang politik! Waktu itu saya banyak sekali ditanyakan tentang politik seperti, bagaimana pendapat kamu tentang timor timur, tentang rezim soeharto, hubungan bilateral Jepang-Indonesia. Teman saya juga ditanyakan tentang Singapur, Papua, dll. Yang penting adalah kamu menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan meyakinkan. Dan seperti halnya interview2 lain, interviewer akan berusaha menjatuhkan mentalmu, makanya kamu harus siap, berlatihlah interview, siapkan jawaban2 atas pertanyaan2 yang sering muncul saat interview, dan jangan lupa berdoa :D

Setelah itu, ya berdoa lagi. Kalau kamu lolos, kamu akan dihubungi. Yang perlu diingat adalah, kamu baru saja lolos seleksi di kedutaan. Untuk benar2 mendapatkan beasiswa monbukagakusho, kamu harus mendapatkan surat penerimaan, Letter of Acceptance (LoA) dari professor/universitas di Jepang. LoA tersebut kemudian kamu kembalikan ke kedubes untuk diproses di MEXT, departemen pendidikan Jepang sana. Pengumuman kepastiannya akan diumumkan sekitar bulan Januari. Nah sekarang ini, saya lagi menunggu pengumamn itu, mudah2an lancar :D

Ada fakta yang menarik dari seleksi beasiswa ini. Biasanya yang lolos seleksi dokumen dan maju ke test tulis dan interview sebanyak sekitar 100 orang. Dan yang akan menjadi penerima beasiswa monbukagakusho dan berangkat ke Jepang adalah sekitar 40 orang, jadi peluangnya 50-50! So what are you waiting for?Grab the chance! :D

Pertanyaan lain yang banyak teman2 saya ajukan adalah menyangkut research proposal. Untuk membuat research proposal ini sebenernya ada dua cara (menurut saya). Cara pertama adalah dengan cara mencari sendiri topic penelitian. Cara ini dilakukan oleh orang2 yang sudah tau apa yang mau dia teliti di Jepang. Cara kedua adalah dengan cara mengunjungi website2 laboratorium universitas di Jepang dan membuat research proposal dengan topic yang sesuai dengan topic yang dilakukan di laboratorium tersebut. Cara ini dilakukan apabila kamu tidak ada ide untuk penelitian, seperti saya :D Jadi perbedaan antara cara pertama dan cara kedua adalah, pada cara pertama kamu mencari universitas/professor yang sesuai dengan topic research mu, sedangkan pada cara yang kedua, kamu yang menyesuaikan dengan topic research professor/lab di universitas Jepang pilihanmu. Yang mana yang lebih baik?Wah, ga tau ya, menurut saya cara yang satu adalah alternative bagi cara yang lain, tidak ada yang lebih :D

Nah segitu aja sharing pengalaman dari saya, semoga bermanfaat :)





Which Naruto Character am I?

22 08 2007




Sok Puitis

21 08 2007

i just realized
you are like her
the one who filled my heart before you
sometimes, you comfort my heart and raise me up to the highest sky
but then you break my heart and throw me down deep

is it my fault?
my stupid mistake?
for letting this unreturned hope taking control over my shallow consciousness
get away from me you devilish Hope!

God, i beg you, please
if it isn’t for me
protect me from this so called feeling
that most people innocently find it amusing to call it ‘love’