Beberapa waktu yang lalu, banyak yang menanyakan ke saya tentang beasiswa ini, bagaimana caranya, dan apa aja yang harus dipersiapkan. Sekalian aja saya ceritain disini. Just to remember, this is not a tip, and it may not work on you, but surely worked on me, so I won’t take any responsibility for any consequences happen to you.
Ok, monbukagakusho scholarship adalah beasiswa dari pemerintahan Jepang untuk melanjutkan studi baik D3, S1, S2 ataupun S3. Karena saya meng-apply untuk S2, saya tidak akan bercerita tentang yang lain.
Apa yang perlu dilakukan pertama kali? Tentunya adalah mengunduh (download) dokumen2 yang diperlukan di web Japanese embassy. Beasiswa ini biasanya mulai dibuka sekitar bulan Maret, jadi donlot lah dokumen2nya pada saat itu. Dokumen2nya antara lain: Application Form, Recommendation Form, Health certificate, dan Field of Study Form. Application Form berisi data2 pribadi kita yang harus kita isi. Recommendation Form adalah form untuk surat rekomendasi dari dosen pebimbing/professor/bos di tempat kerja. Health certificate berisi form yang harus diisi oleh dokter yang menyatakan bahwa diri kita sehat dan dapat menjalani kehidupan di Jepang. Field of Study form adalah form untuk kita menuliskan rencana studi di Jepang.
Nah setelah mendonlot, ya diisi lah. Yang paling penting (semuanya penting!) adalah Field of Study/Research Plan. Menurut informasi, study tingkat master dan doctor di Jepang adalah research-based. Jadi pada saat seleksi, yang akan menentukan adalah research plan yang kita buat. Di field of study ini kita harus bisa menceritakan dengan jelas apa yang akan kita lakukan di Jepang, penelitian apa yang akan kita lakukan di Jepang, kenapa kita ingin melakukan penelitian tersebut, hasil yang diharapkan dari penelitian tersebut, apa yang istimewa dari penelitian tersebut, apa guna penelitian tersebut buat dirimu sendiri dan Indonesia, dan rencana secara detail apa saja yang akan kita lakukan saat penelitan tersebut berlangsung (schedule penelitian juga boleh).
Kalau semua dokumen sudah terisi, dan dokumen2 lain yang diperlukan (seperti ijazah, transkrip, dll) sudah siap, segera kumpulkan ke Japanese embassy di Jakarta. Abis itu?Ya berdoa dan tunggu pengumuman berikutnya.
Kalau kamu lolos ke tahap berikutnya dan dihubungi pihak embassy, kamu akan dihadapkan pada dua test. Test tertulis dan interview. Test tulis terdiri atas test bahasa Jepang dan English. Hah?Ada test bahasa Jepang??? Tenang, jangan panik. Memang, test Jepang adalah mandatory alias wajib, sedangkan English bersifat optional, jadi ga ngambil test English juga ga masalah. Yang perlu diperhatikan adalah, nilai yang akan diambil adalah yang lebih besar antara test Jepang dan English. Jadi kalaupun kamu belum bisa bahasa Jepang, seperti saya:D, berusahalah di test English. Namun perlu diingat juga, kalo kamu akan kuliah di Jepang, jadi minimal bisalah sedikit2 bahasa Jepang, jangan kosong banget test Jepangnya, ok?
Setelah test tulis, ada interview. Kamu tidak akan menunggu hasil dari test tulis untuk menjalani interview. Semua peserta yang lolos seleksi dokumen pasti akan menjalani test tulis DAN interview. Menurut saya, interview ini lah yang paling menentukan. Kamu akan diinterview oleh 5 orang, 3 orang Jepang, dan 2 orang Indonesia. Interview bisa dilakukan dalam bahasa Jepang (kalau kamu bisa) atau bahasa Inggris (no Bahasa, sorry). Setiap interviewer akan satu persatu mengajukan pertanyaan. Pertanyaan2 yang diajukan biasanya seputar research proposal kita. Walaupun dalam kasus saya kemaren, sedikit sekali pertanyaan seputar research proposal, mungkin karena tidak sesuai dengan bidang mereka, sehingga mereka tidak terlalu mengerti, yokatta :). Pertanyaan2 lain yang perlu kamu antisipasi adalah tentang Jepang, apa yang kamu tahu tentang Jepang, ceritain tentang Jepang, kenapa harus Jepang, dan pertanyaan2 yang tidak terduga seperti tentang politik! Waktu itu saya banyak sekali ditanyakan tentang politik seperti, bagaimana pendapat kamu tentang timor timur, tentang rezim soeharto, hubungan bilateral Jepang-Indonesia. Teman saya juga ditanyakan tentang Singapur, Papua, dll. Yang penting adalah kamu menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan meyakinkan. Dan seperti halnya interview2 lain, interviewer akan berusaha menjatuhkan mentalmu, makanya kamu harus siap, berlatihlah interview, siapkan jawaban2 atas pertanyaan2 yang sering muncul saat interview, dan jangan lupa berdoa
Setelah itu, ya berdoa lagi. Kalau kamu lolos, kamu akan dihubungi. Yang perlu diingat adalah, kamu baru saja lolos seleksi di kedutaan. Untuk benar2 mendapatkan beasiswa monbukagakusho, kamu harus mendapatkan surat penerimaan, Letter of Acceptance (LoA) dari professor/universitas di Jepang. LoA tersebut kemudian kamu kembalikan ke kedubes untuk diproses di MEXT, departemen pendidikan Jepang sana. Pengumuman kepastiannya akan diumumkan sekitar bulan Januari. Nah sekarang ini, saya lagi menunggu pengumamn itu, mudah2an lancar
Ada fakta yang menarik dari seleksi beasiswa ini. Biasanya yang lolos seleksi dokumen dan maju ke test tulis dan interview sebanyak sekitar 100 orang. Dan yang akan menjadi penerima beasiswa monbukagakusho dan berangkat ke Jepang adalah sekitar 40 orang, jadi peluangnya 50-50! So what are you waiting for?Grab the chance!
Pertanyaan lain yang banyak teman2 saya ajukan adalah menyangkut research proposal. Untuk membuat research proposal ini sebenernya ada dua cara (menurut saya). Cara pertama adalah dengan cara mencari sendiri topic penelitian. Cara ini dilakukan oleh orang2 yang sudah tau apa yang mau dia teliti di Jepang. Cara kedua adalah dengan cara mengunjungi website2 laboratorium universitas di Jepang dan membuat research proposal dengan topic yang sesuai dengan topic yang dilakukan di laboratorium tersebut. Cara ini dilakukan apabila kamu tidak ada ide untuk penelitian, seperti saya
Jadi perbedaan antara cara pertama dan cara kedua adalah, pada cara pertama kamu mencari universitas/professor yang sesuai dengan topic research mu, sedangkan pada cara yang kedua, kamu yang menyesuaikan dengan topic research professor/lab di universitas Jepang pilihanmu. Yang mana yang lebih baik?Wah, ga tau ya, menurut saya cara yang satu adalah alternative bagi cara yang lain, tidak ada yang lebih
Nah segitu aja sharing pengalaman dari saya, semoga bermanfaat
Recent Comments