Posted by: nico on: August 25, 2007
Beberapa waktu yang lalu, banyak yang menanyakan ke saya tentang beasiswa ini, bagaimana caranya, dan apa aja yang harus dipersiapkan. Sekalian aja saya ceritain disini. Just to remember, this is not a tip, and it may not work on you, but surely worked on me, so I won’t take any responsibility for any consequences happen to you.
Ok, monbukagakusho scholarship adalah beasiswa dari pemerintahan Jepang untuk melanjutkan studi baik D3, S1, S2 ataupun S3. Karena saya meng-apply untuk S2, saya tidak akan bercerita tentang yang lain.
Apa yang perlu dilakukan pertama kali? Tentunya adalah mengunduh (download) dokumen2 yang diperlukan di web Japanese embassy. Beasiswa ini biasanya mulai dibuka sekitar bulan Maret, jadi donlot lah dokumen2nya pada saat itu. Dokumen2nya antara lain: Application Form, Recommendation Form, Health certificate, dan Field of Study Form. Application Form berisi data2 pribadi kita yang harus kita isi. Recommendation Form adalah form untuk surat rekomendasi dari dosen pebimbing/professor/bos di tempat kerja. Health certificate berisi form yang harus diisi oleh dokter yang menyatakan bahwa diri kita sehat dan dapat menjalani kehidupan di Jepang. Field of Study form adalah form untuk kita menuliskan rencana studi di Jepang.
Nah setelah mendonlot, ya diisi lah. Yang paling penting (semuanya penting!) adalah Field of Study/Research Plan. Menurut informasi, study tingkat master dan doctor di Jepang adalah research-based. Jadi pada saat seleksi, yang akan menentukan adalah research plan yang kita buat. Di field of study ini kita harus bisa menceritakan dengan jelas apa yang akan kita lakukan di Jepang, penelitian apa yang akan kita lakukan di Jepang, kenapa kita ingin melakukan penelitian tersebut, hasil yang diharapkan dari penelitian tersebut, apa yang istimewa dari penelitian tersebut, apa guna penelitian tersebut buat dirimu sendiri dan Indonesia, dan rencana secara detail apa saja yang akan kita lakukan saat penelitan tersebut berlangsung (schedule penelitian juga boleh).
Kalau semua dokumen sudah terisi, dan dokumen2 lain yang diperlukan (seperti ijazah, transkrip, dll) sudah siap, segera kumpulkan ke Japanese embassy di Jakarta. Abis itu?Ya berdoa dan tunggu pengumuman berikutnya.
Kalau kamu lolos ke tahap berikutnya dan dihubungi pihak embassy, kamu akan dihadapkan pada dua test. Test tertulis dan interview. Test tulis terdiri atas test bahasa Jepang dan English. Hah?Ada test bahasa Jepang??? Tenang, jangan panik. Memang, test Jepang adalah mandatory alias wajib, sedangkan English bersifat optional, jadi ga ngambil test English juga ga masalah. Yang perlu diperhatikan adalah, nilai yang akan diambil adalah yang lebih besar antara test Jepang dan English. Jadi kalaupun kamu belum bisa bahasa Jepang, seperti saya:D, berusahalah di test English. Namun perlu diingat juga, kalo kamu akan kuliah di Jepang, jadi minimal bisalah sedikit2 bahasa Jepang, jangan kosong banget test Jepangnya, ok?:D
Setelah test tulis, ada interview. Kamu tidak akan menunggu hasil dari test tulis untuk menjalani interview. Semua peserta yang lolos seleksi dokumen pasti akan menjalani test tulis DAN interview. Menurut saya, interview ini lah yang paling menentukan. Kamu akan diinterview oleh 5 orang, 3 orang Jepang, dan 2 orang Indonesia. Interview bisa dilakukan dalam bahasa Jepang (kalau kamu bisa) atau bahasa Inggris (no Bahasa, sorry). Setiap interviewer akan satu persatu mengajukan pertanyaan. Pertanyaan2 yang diajukan biasanya seputar research proposal kita. Walaupun dalam kasus saya kemaren, sedikit sekali pertanyaan seputar research proposal, mungkin karena tidak sesuai dengan bidang mereka, sehingga mereka tidak terlalu mengerti, yokatta :). Pertanyaan2 lain yang perlu kamu antisipasi adalah tentang Jepang, apa yang kamu tahu tentang Jepang, ceritain tentang Jepang, kenapa harus Jepang, dan pertanyaan2 yang tidak terduga seperti tentang politik! Waktu itu saya banyak sekali ditanyakan tentang politik seperti, bagaimana pendapat kamu tentang timor timur, tentang rezim soeharto, hubungan bilateral Jepang-Indonesia. Teman saya juga ditanyakan tentang Singapur, Papua, dll. Yang penting adalah kamu menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan meyakinkan. Dan seperti halnya interview2 lain, interviewer akan berusaha menjatuhkan mentalmu, makanya kamu harus siap, berlatihlah interview, siapkan jawaban2 atas pertanyaan2 yang sering muncul saat interview, dan jangan lupa berdoa:D
Setelah itu, ya berdoa lagi. Kalau kamu lolos, kamu akan dihubungi. Yang perlu diingat adalah, kamu baru saja lolos seleksi di kedutaan. Untuk benar2 mendapatkan beasiswa monbukagakusho, kamu harus mendapatkan surat penerimaan, Letter of Acceptance (LoA) dari professor/universitas di Jepang. LoA tersebut kemudian kamu kembalikan ke kedubes untuk diproses di MEXT, departemen pendidikan Jepang sana. Pengumuman kepastiannya akan diumumkan sekitar bulan Januari. Nah sekarang ini, saya lagi menunggu pengumamn itu, mudah2an lancar:D
Ada fakta yang menarik dari seleksi beasiswa ini. Biasanya yang lolos seleksi dokumen dan maju ke test tulis dan interview sebanyak sekitar 100 orang. Dan yang akan menjadi penerima beasiswa monbukagakusho dan berangkat ke Jepang adalah sekitar 40 orang, jadi peluangnya 50-50! So what are you waiting for?Grab the chance!
Pertanyaan lain yang banyak teman2 saya ajukan adalah menyangkut research proposal. Untuk membuat research proposal ini sebenernya ada dua cara (menurut saya). Cara pertama adalah dengan cara mencari sendiri topic penelitian. Cara ini dilakukan oleh orang2 yang sudah tau apa yang mau dia teliti di Jepang. Cara kedua adalah dengan cara mengunjungi website2 laboratorium universitas di Jepang dan membuat research proposal dengan topic yang sesuai dengan topic yang dilakukan di laboratorium tersebut. Cara ini dilakukan apabila kamu tidak ada ide untuk penelitian, seperti saya:D Jadi perbedaan antara cara pertama dan cara kedua adalah, pada cara pertama kamu mencari universitas/professor yang sesuai dengan topic research mu, sedangkan pada cara yang kedua, kamu yang menyesuaikan dengan topic research professor/lab di universitas Jepang pilihanmu. Yang mana yang lebih baik?Wah, ga tau ya, menurut saya cara yang satu adalah alternative bagi cara yang lain, tidak ada yang lebih:D
Nah segitu aja sharing pengalaman dari saya, semoga bermanfaat:)
update: my blog has moved to a new one, check it out here http://www.nicnocquee.com/blog. You can find this post here http://www.nicnocquee.com/blog/?p=172.
1 | kh1m
topik risetku sekarang jauh beda dengan proposal riset yang diajukan buat beasiswa lho =D
2 | nico
hehe,itu juga salah satu fakta yang lupa gw cantumin di postingan,,proposal riset cuman buat seleksi doank,di jepang sana,ya gmn nanti :p
3 | Yan9n
klo menurut senpaiku sih, research proposal yg kita kirim ke monbusho itu cuma utk ngeliat kemampuan akademis kita seperti apa…
jadi perkara itu bakal dipake apa nggak… terserah sensei… hehehe
interview monbusho memang menyebalkan… ![]()
4 | bun
betul, pas interpiuw harus pede… masih inget gimana salah satu org jepang itu nyuruh aku skola di belanda aja dng bhs inggris yg parah krn katanya arsitektur indonesia mirip dng belanda… Bo, yg gw teliti kan bukan bentuk fisik bangunan… ternyata … stlh hampir 1.5 thn berlalu, daku baru paham… mrk butuh effort besar untuk baca proposal riset dlm eigo…
ga heran… sensei2 di kelasku aja suka salah paham sama isi repoto….
Pesan buat yang belum terjebak…..
Jangan pilih Jepang dng tujuan studi!
Pilih Jepang krn mau ketemu artis2nya… ![]()
(provokator)
>_< yg akan terperangkap dng 3 org anggota keluarga di negara yg sama…
5 | kh1m
jadi ingat dulu ngajarin situ bikin proposal riset, tapi punyaku justru ga lolos (>.<)
tapi ga papa sih jadi nyasarnya ke sini ![]()
6 | ridwan
September 15th, 2007 at 8:29 am
salam kenal dulu, bang.
junior abang nih, pengen lanjut S2 ke Jepang juga. ![]()
Thanks atas infonya.
“monbukagakusho scholarship adalah beasiswa dari pemerintahan Jepang untuk melanjutkan studi baik D3, S1, S2 ataupun S3 ”
setauku monbukagakusho ga nyediain beasiswa S3, sampe S2 aja.
7 | nico
September 19th, 2007 at 9:27 am
@ridwan: wah,setauku sih yg S3 juga ada,,mungkin kh1m bisa konfirmasi?ato yg laen?
8 | lida
jadi pengiriman dokumennya itu ga pake rekomendasi dari professor di jepang ya?thamks buat infonya…. moga lulus deh….
10 | mira
abang2 n mbak2
aku mau ngelanjutin s2 di jepang, pengen ngambil management or bussiness kalo bis.
tapi karena bukan pns aku pengen nyoba u to u. nah masalahnya aku ga tau prof di jepang yang bisa aku hubungi.
ada yang bisa bantu,please….
langsung e-mail aja ya ke mira_kaizen@yahoo.com
11 | ipeh
February 13th, 2008 at 5:22 pm
wah makasih bgt nih,, sedikit banyak bs membantu…
btw, ada yg punya pengalaman gk (atau mungkin pernah mendengar) ttg monbukagakusho ini yg s1-nya non skripsi???
bisa share? krn aq interest sm scholarship ini tp aq mhs non skripsi
thx b4
12 | maulidin nur taka
mas dan mbak sekalian, punya contoh format proposalnya ga?
saya mau ambil s2 juga nih…!! tapi ga tahu proposalnya kayak apa..!!
jadi klo ada yg punya, tolong donk di kirimin…!!
makasih ya sebelumnya
13 | ari
Nanya ya..
ceritanya saya gak lolos dari seleksi dikti untuk S2 di luar negeri, tapi dah dapet Invitation Letter dari Dekan salah satu Universitas di Jepang plus prof (pembimbingnya). Prof nya taunya saya bakal di biayai oleh Indonesia. tapi ternyata, di Indonesianya gak lulus. so, gimana ya sebaiknya?masih berpeluang ga ke jepang dengan modal Invitation letter tsb?
thanks..
14 | nico
@ari: coba daftar monbukagakusho aja,denger2 dah dibuka lagi sekarang. klo dah dapet invitation letter gtu kemungkinan dapet beasiswanya lebih besar, tp tetep bikin proposal yang bagus, trus siapin buat interview yg bener2:D
15 | nico
@mira: coba browsing internet aja,banyak koq mestinya
@maulidin nur taka: proposalnya standar aja, ga usah terlalu banyak ato detail,tp deskriptif, ringkas, menarik, dan kamu menguasai bidang itu:D bikin jg rencana schedule riset kamu di jepang nanti, smoga membantu:)
@ipeh: waduh, ga ngerti deh kalo non-skripsi, mungkin bisa langsung menghubungi kedubes jepang di jakarta
16 | ivan
lebih dulu mana, kita dapat professor atau lolos seleksi dokumen?
17 | riski
saya mau tanya neh.. beberapa waktu yg lalu saya dapet LoA dari prof. di jepang, tp apesnya saya gagal dapet beasiswa ke sana.. apakah LoA yang dikasih bisa saya buat untuk monbukagakusho?
trus dalam aplikasi monbukagakusho kita disuruh buat rencana studi.. ada yang punya contohnya ga? please..
thanks
18 | juli
mas…saya Aplied monbusho
lagi nunggu hasil tahap 1
…klo ga lulus ada notifikasinya ga?
klo ada gimana?
makasih banyak
19 | nico
halo juli,
klo saya dulu,yang ga lulus ga akan dapet notifikasi apa2, hanya yg lulus aja yang diberitau..
klo lulus bakal ditelpon ama dikasih tau jadwal tes berikutnya..
good luck ![]()
let me know if you have good news ![]()
20 | ibun
September 8th, 2008 at 12:48 pm
waw, info yang bagus;.. Doain ya semoga takdir saya ke Jepang,..
btw, kok ada yang namanya bun sih di komen atas2?
21 | reiSHA
September 9th, 2008 at 12:44 pm
Hoho… Makasih infonya… Pengen deh S2 ke Jepang, tapi rada ga PD, gtw apa2 soal Jepang, cuma modal ingin ke Jepang, hehe…
22 | Vampierella
mao tanya donk, tu LoA harus didapat dulu dari professor nya baru bisa daftar monbusho atau setelah lulus tes monbusho nya baru dapatin LoA nya? thx b4
Recent Comments