everlastingLearning

Hidupku bukan Milikku

Posted by: nico on: November 29, 2007

Apa yang terjadi

Seandainya saat itu

Laki-laki itu tak meninggalkanku?

 

19 tahun dipeliharanya

19 tahun menurutinya

19 tahun berusaha membahagiakannya

19 tahun berusaha membanggakannya

19 tahun berusaha menjadi apa yang ia mau

19 tahun bergantung pada orang lain

19 tahun dihidupi orang lain

19 tahun diberi makan orang lain

 

Berprestasi di sekolah

Tepat waktu lulus kuliah

Mendapatkan beasiswa ke negeri penjajah

Tak cukup membalas semua hutangku pada mereka

 

Yang kukira kebebasan

Ternyata hanya ilusi

 

Sisa hidupku bukanlah milikku

Tapi milik mereka yang sudah menghidupiku

 

Apa yang terjadi

Seandainya saat itu

Laki-laki itu tak meninggalkanku?

Akankah semuanya berbeda?

7 Responses to "Hidupku bukan Milikku"

1 | sandy eggi

November 30th, 2007 at 6:25 am

:( sedikit lagi nico .. bertahan lah …gambare!

2 | bun

December 2nd, 2007 at 7:28 pm

pernah kepikir ga kalo setiap hari nyokap lo selalu punya pikiran ini di kepalanya?? apa yg terjadi kalo seandainya saat itu dia tidak meninggalkan aku dan anaknya. Mungkin di sisa hidupku, aku tidak akan dianggap seperti sampah oleh orang-orang di sekitarku, aku akan memiliki seseorang yang akan menyemangatiku setiap malam, menghapuskan kekhawatiranku dengan senyuman dan belaiannya…
aku hidup lebih dari belasan tahun dalam kesepian, berusaha tersenyum dalam semua kekhawatiran, berusaha agar anakku tidak pernah tahu betapa setiap hari aku hanya berusaha tetap hidup untuknya… agar tetap ada yang memberinya makan…
sampai suatu hari ketika ia merasa bahwa ia sudah mampu mandiri….
aku akan kembali lagi menjadi sendiri…
berdiam diri dalam sepi… menghabiskan sisa hidupku…..dan menunggu mati…

- well…. kalo ada mesin waktu… mungkin semua bisa lebih jelas… jadi single parent itu berat… apalagi kalo ga punya apa-apa… masih bagus ga gila… masih bagus ga bunuh diri…
tapi ya… maybe bentar lagi bisa bunuh diri…
tergantung… apa dia masih merasa perlu hidup atau ga…
krn sangking cintanya, dan krn ia sadar bahwa anaknya pengen bebas… dan ia jadi penghalang…
dia pernah hampir beberapa kali kehilangan nyawa untuk menyelamatkan hidup anaknya, mungkin baginya tak apa jika harus merasakannya lagi…

- pacar aja kalo dikhianati uring-uringan… perempuan itu dimana-mana sama.. butuh disayang, butuh kelembutan, butuh dimanja…
selama ini…. siapa yang memberinya kasih sayang itu? siapa yg tiap malam membelainya? mengucapkan kata-kata lembut, memanjakannya? wajar kalo dia stress… wajar kalo kamu jg stress karena sbg anak, kamu pun ga dpt priviledge yg sama dr orgtuamu…

karena semua sayang sama mamamu, semua sayang kamu…
kalaupun caranya salah, ya coba dimengerti… toh qta udah besar… qta yang lebih sekolah, harusnya qta yang lebih ngerti bukan?

kalo dengan kemarahan, semua akan terlihat buruk…
tapi ya sekali lagi.. mungkin kalo ga pernah hilang, qta ga pernah tau apa itu barang berharga…
hidup itu milikmu…
sepenuhnya…
jalanmu masih panjang…

sayang sekali justru yang tidak pernah memiliki kebebasan dalam hidup itu justru adalah dirinya…

love you,

3 | white

December 3rd, 2007 at 1:53 pm

1. jika dy adalah ortu yang baik dan tau ttg agama aq yakin dy tau bahwa anak adalah titipan u dididik dengan baik bukan u di bebani beban orang tua…

2. apa yang dilakukan anak selama masih dalam peraturan ,etika yang ada dalam negara ini kenapa harus dilarang…jangan jadikan kesedihan masa lalu dan keadaan pribadi jadi alasan untuk sekat anak dengan kehidupannya dan perintah yg wajib dilakukan…

3. jika anak membangkang masih dalam keyakinan benar bukan berarti itu durhaka…durhaka dimata manusia bukan berarti durhaka di mata tuhan….apalagi hanya karena menjawab jika orang tua marah…menjawab pun hanya u klarifikasi bukan u menyumpahi…lalu dengan mudahnya orangtua mengatakan hal itu adalah durhaka…please deh…klo blm siap jd orang tua jangan dulu nikah deh…

4. bahkan mungkin ada juga orangtua yg durhaka thd anak….pernah ga seh berpikir klo selama ini bukan hanya anak saja yg bs melakukan dosa or kesalahan…tp orang tua juga bs melakukannya kepada anak tanpa mereka sadari ,klo mereka sdh menyakiti bahkan menganiaya perasaan anak itu tanpa disadari hanya karena pemaksaan keinginan….kasian amat anak yg ga tau apa2 lalu disalahkan dan di bebankan atas kejadian masa lalu orangtuanya…itu ga adil…aq yakin Tuhan akan membalas dan meminta pertanggungjawaban tiap orang tua atas setiap anak yg dititipkannya…

5. apapun keadaan orangtua saat ini (keadaan pribadi) jangan disalahkan anaknya…karena apa yg menimpa setiap orang itu adalah karena resiko atas setiap tindakan dan keputusan yg dy ambil sendiri…..bukan atas karena adanya kehadiran anak….

6. anak ga pernah minta dilahirkan…yang memutuskan punya anak siapa? ….

7. yang memutuskan membesarkan anak siapa?…

8. saling menghargai n menyayangilah… apa susahnya….jangan hanya mengatakan klo hidup anak ini adalah utang pada semua sodaranya…please deh….

9. orang tua hanya bertugas menunjukkan jalan ..yang menentukan dan menjalani adalah anak itu….biarkan anak itu mengambil jalannya sendiri tanpa harus ditentukan hidupnya oleh orang tua…selama hal itu benar dan baik menurut hukum n etika. ….emang masih zaman yah penjajahan…sedih amat…anak dijajah orang tua….

10. anak juga ga akan lupakan kewajibannya ma ortunya jika udah sukses…apalagi klo ortunya mendidiknya dengan kasih sayang bukan dengan embel2 utang budi….anak juga bakalan sayang kok jika ortunya juga beneran sayang….

11. anak adalah anak….bukan orangtua…. sayangi dengan cara yg benar…jangan mengatas namakan sayang dan lalu semena-mena atas diri anak itu….jangan sampai dy ga betah dirumah….jangan sampai dy tdk menjadi dirinya sendiri di lingkunagn keluarganya….dan jangan mengatas anamakan kita sebagai orang yg berpendidikan harus mengerti sesuatu yg caranya salah….please deh….ga kebalik?????

12. justru ortu yg udah makan asam garam lebih itu yg harus ngerti n tau gmn cara yg baik u menyayangi….?

13. jika seseorang sudah mengalami pahit kaya kejadian yang diatas”bun” sebutin seharusnya orang itu keluar dr lingkaran hitam kejadian itu n hidup baru tanpa bayang2 masa lalu….bukan malah stress dengan keadaan diri…jika tidak keluar maka dy sendiri yg akan menderita…jika menderita jangan sampai mengikutkan anak….anak tak pernah minta kejadian itu terjadi….

14. keluarga yang lain saling mendukung dan mengingatkan….bukan saling mengatur satu sama lain…

15. belum terlambat u berubah u jadi lebih baik…
16. belum terlambat u membelai kembali rambut anak itu setiap akan tidur….
17. belum terlambat u mengatakan maaf yang tulus…
18. belum terlambat u mencium kening anak itu setiap akan pergi keluar rumah…
19. belum terlambat u memberikan senyum setiap bertemu…
20. belum terlambat u memeluk dan bercerita kepada anak itu….

4 | white

December 3rd, 2007 at 2:20 pm

SEDIKIT MENGALAH U KEHIDUPAN BARU… KENAPA TIDAK?
KULIHAT SANG ANAK SUDAH BANYAK MENGALAH…
GILIRAN SANG IBU MENGALAH N MAU IKHLASKAN SEMUA…
KU yakin kehidupan yang lebih baik akan menanti…
mengalah demi kebaikan
kenapa tidak?
satu sama lain tidak akan kesepian n bahkan saling mengisi…
kehangatan suatu keluarga akan terjadi meski hanya single parents…
semua indah kan?
amin….

5 | bun

December 4th, 2007 at 5:40 pm

mr./mrs. white… jangan ngomporin ah, mending ikutan daku mendamaikan…
lagian emang jelas sih kalo baca komentar situ, situ cuma denger dari satu pihak…
situ ga pernah hidup di antara keduanya…
mohon dicatet,

keluarga ini lagi latihan cara untuk berdialog dan membangun keluarga yg lebih baik, udah terbukti koq banyak yg bisa dirubah dengan komunikasi…
daku salah satu bukti hidup…
kalo situ nanya ama pihak pertama, pasti tau lah betapa diriku ini org yg paling vokal, rajin membantah, mengkritik pola didik keluarga yg “kesannya” otoriter dan sotoy.
justru krn itu, belajar dr pengalaman yg lalu-lalu…
“keras2an, apalagi jd membenci dan berprasangka buruk” itu ga akan nyelesain masalah… malah nambah masalah baru…

lagian yah, kalo pasien yg nyembuhin dokter yah malpraktik dongs…
kudu si dokter yg nyembuhin pasiennya…

ganbare N!

6 | nico

December 4th, 2007 at 11:46 pm

@all: thanks 4 the comments..jst drop it, i dont care anymore..masih banyak masalah besar lain di dunia, kelaparan, bencana, etc..masalah ini ga ada apa2nya..bahkan mestinya ga jd masalah..hh..cape hidup euy..

7 | sandy eggi

December 5th, 2007 at 6:58 pm

wah white bun bener2 perhatian nih …

cape hidup? sama dong …. sering tuh aku berpikir seperti itu …

Comment Form