Bye Rhythmbox, Welcome Exile

7 07 2009

Rhythmbox sebagai pemain musik default di Ubuntu sudah cukup baik buat saya sehingga saya tidak pernah menggantinya dengan Amarok, ato yg lain. Namun setelah mengupgrade Ibex ke Jaunty saya mengalami sedikit anomali dengan rhythmbox.

Anomali pertama adalah rhythmbox tidak henti2nya memunculkan dialog untuk mencari plugin/codec yg tepat apabila menemukan file yang tidak bisa ia atasi di librari musik setiap rhythmbox dijalankan. Seingat saya dulu begitu sekali saya cancel dialog yg muncul, dialog tersebut tidak akan muncul lagi.

Anomali kedua adalah apabila aplikasi yg berjalan sudah cukup banyak (lebih dari tiga), saat sedang memainkan musik, lagu yg sedang dimainkan akan berhenti sejenak (sekitar kurang dari satu detik) setiap saya memindahkan fokus dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain (application switching). Rasanya seperti rhythmbox menggunakan resource yg cukup besar sehingga sedikit perubahan bisa mengganggu proses lagu yg sedang dimainkan.

Akhirnya saya memilih untuk mencoba music player lain. Amarok bukan pilihan, karena menggunakan Qt library. Lalu saya menemukan Exaile. Dan ternyata sangat bagus! Simple, mirip amarok, dan tidak ada lagi anomali seperti yg dialami rhythmbox :)


Actions

Information

Leave a comment