Tuesdays with Morrie

15 07 2007

tuesdays_small.jpgABIS nyeritain Travelers’ Tale di postingan sebelumnya, sekarang gw mau nyeritain tentang satu buku lagi berjudul Tuesdays with Morrie. Buku yang ditulis oleh Mitch Albom ini ceritanya daleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeem banget. The story revolves around Morrie Schwartz and Mitch. Morrie adalah seorang dosen di Brandeis University, di kota Waltham, Massachusets, sedangkan Mitch adalah lulusan universitas tersebut dan merupakan satu-satunya murid yang menghadiri kuliah terakhir oleh Morrie. Kuliah tersebut dilakukan setiap hari Selasa, dengan materi kuliah adalah Makna Hidup.

 

“Kita harus mencari apa pun yang baik, benar, dan indah dalam masa hidup yang sedang kita jalani. Memandang ke belakang membuat kita seperti sedang berlomba. Padahal usia bukan sesuatu yang dapat diperlombakan.”

 

Morrie sudah divonis mati oleh dokter. Hidupnya tidak lama lagi. Namun sampai menjelang kematiannya ia masih bisa memberikan kuliah spesial untuk mahasiswa yang sudah dianggapnya sebagai sehabat. Morrie dan Mitch membahas banyak hal tentang hidup. Kebahagian, uang, kematian, perkawinan, pekerjaan, dan banyak lagi. This book shows life from a point of view of someone who’s about to die. It really inspires me a lot!

 

“Abdikan dirimu untuk mencintai sesama, abdikan dirimu kepada masyarakat sekitar, dan abdikan dirimu untuk menciptakan sesuatu yang mempunyai tujuan dan makna bagimu.”

 

I’m really thankful to my ‘bro’, Opik, for recommending me this awsome book! Yup, buku ini sebenarnya adalah buku tambahan. Jadi seperti gw sebutin di postingan sebelumnya, ada tiga buku yang gw beli. Karena saat membelinya gw ga bawa uang tunai yang banyak, gw tanya ke kasir bisa ga bayar pake kartu debit Mandiri, ternyata bisa namun minimal Rp. 100rb. Gw pilih Travelers’ Tale dan Mana yang lebih banyak, orang hidup atau orang mati?&Mengapa rambut menjadi uban?Dan 112 pertanyaan lain. Tapi ternyata masih kurang! Dan untuk melengkapinya, Opik recommended me this book. Great book!

 





Travelers’ Tale Belok Kanan: Barcelona

15 07 2007

JARANG sekali saya membaca novel, baik novel local maupun international, lebih seneng komik :p.Hanya sedikit novel-novel yang pernah saya baca, apalagi yang saya koleksi. Yang saya suka adalah Supernova (koleksi), Kahlil Gibran (koleksi), dan Harry Potter (ga koleksi, yang ini minjem punya temen :p)

Nah, beberapa hari yang lalu, dengan alasan mengisi waktu kosong akibat menyandang status ‘pengangguran ketara’*, saya membeli tiga buah buku di Toko Buku Gunung Agung yang bertempat di mall paling menarik di Bandung (IMHO), Ciwalk. Judulnya adalah “Tuesdays with Morrie”, “Travelers’ Tale”, dan “Mana yang lebih banyak, orang hidup atau orang mati?&Mengapa rambut menjadi uban?Dan 112 pertanyaan lain” (panjang beneeeeer judulnya).

Ok, now I want to share about Traveler’s Tale. Walopun sebenernya yang pertama dibaca adalah Tuesdays with Morrie, tapi pengen cerita ttg Traveler’s Tale dulu. Novel yang dibuat oleh empat orang ini, Adithya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidayat, dan Ninit Yunita, sangatlah MENARIK! Seriously, this book not only describe so many places, but also includes some advices for those who wants to travel! I really love it, because it’s my dream to travel around the world and visit many diferent places. Keren abis lah! Ditambah lagi dengan bumbu persahabatan dan percintaan di dalamnya, membuat buku ini semakin nyummmy untuk dibaca :p

Ceritanya seperti apa?Nih resensi yang ada di back cover buku ini:

“KEEMPAT orang bersahabat dari kecil. Di masa SMA mereka mulai saling jatuh cinta tanpa pernah tersampaikan. Retno dua kali menolak Francis padahal sebenarnya Farah memendam cinta pada pria itu. Menambah masalah jadi pelik, Jusuf juga sebenarnya menyayangi Farah.

Mereka tumbuh besar dan bekerja di negara berbeda. Masalah dimulai ketika Francis mengirimkan undahgan kepada tiga sahabatnya bahwa dia akan menikah dengan gadis Spanyol di Barcelona. Dari penjuru yang berbeda dan dengan budget terbatas, keempatnya pergi menuju Barcelona. Mereka membaha misinya masing-masing mencari jawaban untuk pertanyaan yang tak pernah tersampaikan selama ini.”

Gtu ceritanya, nangkep kaaaan??! Ya klo mau lengkapnya, beli aja di toko buku terdekat kesayangan anda, jangan jauh2, berat di ongkos :p Menariknya, ada banyak quote2 menarik yang berhubungan dengan travel yang diselipkan di setiap pergantian chapter, seperti:

Traveling-

It gives you home in thousand strange places, than leaves you a stranger in your own land

- Ibn Battuta

 

Ok, sebelum kita akhiri review murahan ini, ada satu kalimat yang selalu gw inget yang diucapkan seorang tokoh dalam novel ini bernama Sisi Saputra, teman Francis, kepada Francis:

You’re not in love, Cis…. You just like the idea of falling in love with Inez”. Kenapa ini saya inget, tar aja ah kapan2 saya ceritain :D

*Istilah yang disebutkan oleh teman kuliah yang sedang menanti sidang Tugas Akhir. Dia menyebut dirinya sendiri ‘pengangguran tak ketara’, karena walaupun statusnya masih mahasiswa, dia tidak kuliah lagi.