初めての花見

17 04 2008

四月五日に花見を初めてみました。インドネシアの友達といしょにばんぱくきねんこえんに花を見たことがあります。ばんぱくきねんこえんでたいようのとがあります。たいようのとは大阪の象徴です。花はとてもきれいでした。桜はすばらしかったです。たのしかったです。でも、よるにとてもさむいですから、体はちょっとよくなかったです。すぎつぎのさくらときは花をみましょう。こんどの春にさくらをたのしみにしています。

*pictures were taken by martin. nice pics ;)

*i’m in the middle of learning japanese,so if there’s any mistakes please kindly comment it :)





two way monologue

27 10 2007

me: why r u like this? what are the things that make you unhappy?
unhappy-me: i don’t know, u tell me
me: well, u shouldn’t BE unhappy
unhappy-me: why?
me: well, to make it short, your life’s not so bad
unhappy-me: how’s that?
me: u made it, reaching your dream, u’re going to japan, aren’t you?
unhappy-me: it hasn’t come to reality yet, still a long way to go, so many days i have to pass
me: ok then, u have job, u earn money, many of us can not earn it, or earn as much as you do
unhappy-me: it’s not much
me: but still, it’s money
unhappy-me: yeah
me: you have ‘her’ by your side now
unhappy-me: so many uncertainties, we both know there’s only a slightest chance for us to be together. then again, i’m not so sure if she’s the one. well, i don’t believe in ‘the one’ anymore. i don’t think there’s such thing.
me: arrgh, stupid! how bout this, u still have your mom, and families who care for you and take care of you
unhappy-me: yes, but sometimes, i wish i could go away from them, and live on my own, not depending on them anymore
me: u’ll regret it when they’re not there anymore. and it will be too late.
unhappy-me: i know. but they can’t get rid of this feeling
me: you still live. you should be happy.
unhappy-me: i know. but what should i do? what should i live for? what’s in this life that can give me happiness?
me: how the hell should i know. u’re just ungrateful creature!
unhappy-me: speak of yourself. I AM you
me: shit





Post-Ramadhan: Feeling anything?

14 10 2007

Ramadhan is over. Do you feel anything? Do you feel renewed?While listening to the preach on Ied’s prayer, I thought of those. Then, I answered myself. Nope. Nothing. Nothing new. Didn’t feel renewed. It was just another day and month passing by. Did i fail?
So I asked some of my friends. The first one said he felt the same way as I did. After all those many times of fasting, he never felt renewed. So I’m not the only one. Then the second one said that she only felt nothing to do. On fasting month, she woke up so early in the morning to prepare for ’sahur’, and went to the mosque for ‘tarawih’ everyday. But now, she felt less occupied.
I sometimes wish that there would be some event happened to me on Ramadhan that can make me change, that can make me feel renewed after it’s over. But nothing. Or am I just so stupid and ignorant to realize it?May be the events happened but I didn’t realize?
So how about you?
From my point of view, fasting on Ramadhan is practically nothing but a little break from our daily sins. Cause afterwards, we forget and conduct bad deeds again, we clash with each other again, we loath someone again, we hurt others again, we lie again. But then I think it over, one month break is not that bad. It’s better then doing  all those bad things all year long, isn’t it?
Well, theoretically, it should be a life time break, right?





When one teaches, two learn

14 10 2007

Baru sekarang saya mengalami judul postingan kali ini. Beberapa waktu yang lalu saya ditawari untuk mengajar adik teman, private n intensif. Ngajarin bahasa jowo, ga deng, mana ngarti :p Ngajarin Java, dari dasar sampe bisa bikin game sederhana di windows pake java n MySql. Awalnya sih aga ragu n males, secara lagi banyak kerjaan (yeah rite..). Tapi karena butuh duit, boleh lah.
Pas kuliah dulu dah beberapa kali sih jadi trainer Java, lumayan bayarannya :D Then, mulailah saya mengajar. Pada saat bagian mengajarkan tentang flow control, while, if-else, dan kawan-kawan, saya iseng kasih tugas kecil kepada adik teman ku itu. Simple aja, bikin program, pake Java yang bisa munculin asterisk (*) kaya gini di command prompt:

*****
****
***
**
*

Di hari berikutnya, adik temanku itu menjalankan program buatannya dan berjalan seperti yang diharapkan. Namun begitu kulihat source code nya, saya terkejut. Kalau saya, untuk membuat program seperti itu, saya menggunakan dua buah loop kira2 seperti ini:

for(int i=5;i>=0;i–){
    for(int j=0;j<i;j++){
        System.out.print(”*”);
     }
     System.out.println(”");
}

bertahun-tahun lamanya saya hanya mengetahui cara itu untuk membuat program seperti ini. Dan saya pikir, adik teman saya itu akan melakukannya dengan cara seperti itu pula. Ternyata, dia melakukannya dengan cara seperti ini:

StringBuffer sb = new StringBuffer(”*****”);
for(int i=0;i<5;i++){
    System.out.println(sb.toString());
    sb.deleteCharAt(0);
}

very simple! no need for two loops! so stupid i am to believe that there is only one way to achieve something. Morals:

  1. Teaching is also learning
  2. There’s always another way




Japanese Embassy Monbukagakusho Scholarship

25 08 2007

Beberapa waktu yang lalu, banyak yang menanyakan ke saya tentang beasiswa ini, bagaimana caranya, dan apa aja yang harus dipersiapkan. Sekalian aja saya ceritain disini. Just to remember, this is not a tip, and it may not work on you, but surely worked on me, so I won’t take any responsibility for any consequences happen to you.

Ok, monbukagakusho scholarship adalah beasiswa dari pemerintahan Jepang untuk melanjutkan studi baik D3, S1, S2 ataupun S3. Karena saya meng-apply untuk S2, saya tidak akan bercerita tentang yang lain.

Apa yang perlu dilakukan pertama kali? Tentunya adalah mengunduh (download) dokumen2 yang diperlukan di web Japanese embassy. Beasiswa ini biasanya mulai dibuka sekitar bulan Maret, jadi donlot lah dokumen2nya pada saat itu. Dokumen2nya antara lain: Application Form, Recommendation Form, Health certificate, dan Field of Study Form. Application Form berisi data2 pribadi kita yang harus kita isi. Recommendation Form adalah form untuk surat rekomendasi dari dosen pebimbing/professor/bos di tempat kerja. Health certificate berisi form yang harus diisi oleh dokter yang menyatakan bahwa diri kita sehat dan dapat menjalani kehidupan di Jepang. Field of Study form adalah form untuk kita menuliskan rencana studi di Jepang.

Nah setelah mendonlot, ya diisi lah. Yang paling penting (semuanya penting!) adalah Field of Study/Research Plan. Menurut informasi, study tingkat master dan doctor di Jepang adalah research-based. Jadi pada saat seleksi, yang akan menentukan adalah research plan yang kita buat. Di field of study ini kita harus bisa menceritakan dengan jelas apa yang akan kita lakukan di Jepang, penelitian apa yang akan kita lakukan di Jepang, kenapa kita ingin melakukan penelitian tersebut, hasil yang diharapkan dari penelitian tersebut, apa yang istimewa dari penelitian tersebut, apa guna penelitian tersebut buat dirimu sendiri dan Indonesia, dan rencana secara detail apa saja yang akan kita lakukan saat penelitan tersebut berlangsung (schedule penelitian juga boleh).

Kalau semua dokumen sudah terisi, dan dokumen2 lain yang diperlukan (seperti ijazah, transkrip, dll) sudah siap, segera kumpulkan ke Japanese embassy di Jakarta. Abis itu?Ya berdoa dan tunggu pengumuman berikutnya.

Kalau kamu lolos ke tahap berikutnya dan dihubungi pihak embassy, kamu akan dihadapkan pada dua test. Test tertulis dan interview. Test tulis terdiri atas test bahasa Jepang dan English. Hah?Ada test bahasa Jepang??? Tenang, jangan panik. Memang, test Jepang adalah mandatory alias wajib, sedangkan English bersifat optional, jadi ga ngambil test English juga ga masalah. Yang perlu diperhatikan adalah, nilai yang akan diambil adalah yang lebih besar antara test Jepang dan English. Jadi kalaupun kamu belum bisa bahasa Jepang, seperti saya:D, berusahalah di test English. Namun perlu diingat juga, kalo kamu akan kuliah di Jepang, jadi minimal bisalah sedikit2 bahasa Jepang, jangan kosong banget test Jepangnya, ok? :D

Setelah test tulis, ada interview. Kamu tidak akan menunggu hasil dari test tulis untuk menjalani interview. Semua peserta yang lolos seleksi dokumen pasti akan menjalani test tulis DAN interview. Menurut saya, interview ini lah yang paling menentukan. Kamu akan diinterview oleh 5 orang, 3 orang Jepang, dan 2 orang Indonesia. Interview bisa dilakukan dalam bahasa Jepang (kalau kamu bisa) atau bahasa Inggris (no Bahasa, sorry). Setiap interviewer akan satu persatu mengajukan pertanyaan. Pertanyaan2 yang diajukan biasanya seputar research proposal kita. Walaupun dalam kasus saya kemaren, sedikit sekali pertanyaan seputar research proposal, mungkin karena tidak sesuai dengan bidang mereka, sehingga mereka tidak terlalu mengerti, yokatta :). Pertanyaan2 lain yang perlu kamu antisipasi adalah tentang Jepang, apa yang kamu tahu tentang Jepang, ceritain tentang Jepang, kenapa harus Jepang, dan pertanyaan2 yang tidak terduga seperti tentang politik! Waktu itu saya banyak sekali ditanyakan tentang politik seperti, bagaimana pendapat kamu tentang timor timur, tentang rezim soeharto, hubungan bilateral Jepang-Indonesia. Teman saya juga ditanyakan tentang Singapur, Papua, dll. Yang penting adalah kamu menjawab semua pertanyaan dengan lancar dan meyakinkan. Dan seperti halnya interview2 lain, interviewer akan berusaha menjatuhkan mentalmu, makanya kamu harus siap, berlatihlah interview, siapkan jawaban2 atas pertanyaan2 yang sering muncul saat interview, dan jangan lupa berdoa :D

Setelah itu, ya berdoa lagi. Kalau kamu lolos, kamu akan dihubungi. Yang perlu diingat adalah, kamu baru saja lolos seleksi di kedutaan. Untuk benar2 mendapatkan beasiswa monbukagakusho, kamu harus mendapatkan surat penerimaan, Letter of Acceptance (LoA) dari professor/universitas di Jepang. LoA tersebut kemudian kamu kembalikan ke kedubes untuk diproses di MEXT, departemen pendidikan Jepang sana. Pengumuman kepastiannya akan diumumkan sekitar bulan Januari. Nah sekarang ini, saya lagi menunggu pengumamn itu, mudah2an lancar :D

Ada fakta yang menarik dari seleksi beasiswa ini. Biasanya yang lolos seleksi dokumen dan maju ke test tulis dan interview sebanyak sekitar 100 orang. Dan yang akan menjadi penerima beasiswa monbukagakusho dan berangkat ke Jepang adalah sekitar 40 orang, jadi peluangnya 50-50! So what are you waiting for?Grab the chance! :D

Pertanyaan lain yang banyak teman2 saya ajukan adalah menyangkut research proposal. Untuk membuat research proposal ini sebenernya ada dua cara (menurut saya). Cara pertama adalah dengan cara mencari sendiri topic penelitian. Cara ini dilakukan oleh orang2 yang sudah tau apa yang mau dia teliti di Jepang. Cara kedua adalah dengan cara mengunjungi website2 laboratorium universitas di Jepang dan membuat research proposal dengan topic yang sesuai dengan topic yang dilakukan di laboratorium tersebut. Cara ini dilakukan apabila kamu tidak ada ide untuk penelitian, seperti saya :D Jadi perbedaan antara cara pertama dan cara kedua adalah, pada cara pertama kamu mencari universitas/professor yang sesuai dengan topic research mu, sedangkan pada cara yang kedua, kamu yang menyesuaikan dengan topic research professor/lab di universitas Jepang pilihanmu. Yang mana yang lebih baik?Wah, ga tau ya, menurut saya cara yang satu adalah alternative bagi cara yang lain, tidak ada yang lebih :D

Nah segitu aja sharing pengalaman dari saya, semoga bermanfaat :)





Non-ITB Preferrable

15 02 2007

Mungkin itulah yang bakal terpampang di pengumuman vacancy sebuah perusahaan N*C di masa depan. Baru saja mendapatkan kabar dari seorang teman bernama P*mp*m yang baru saja mengikuti interview di perusahaan N*C tersebut. Bagaimana mereka (p*mp*m) dipojokkan karena mereka adalah lulusan ITB. Pasalnya, perusahaan tersebut baru saja mengalami sesuatu yang tampaknya belum pernah terjadi semenjak mereka berdiri. Salah seorang karyawan mereka resign hanya dalam waktu satu minggu setelah dia mulai bekerja untuk pindah ke perusahaan lain. Dan sialnya, seseorang tersebut adalah seorang lulusan ITB (Institut Teknologi Bandung). Dan sayangnya, seseorang tersebut adalah teman saya. Bayangkan saja, baru 1 Minggu bekerja! Mungkin berkenalan dengan rekan kerja di seberang meja saja blum. Saya bisa memahami bagaimana perasaan manager atau atasan perusahaan tersebut. Karena kalau saya yg jadi manager, saya tidak akan lagi menerima anak lulusan ITB. Memangnya kita hanya batu loncatan aja??!

Yang paling saya sesali adalah kenyataan bahwa yang melakukan perbuatan tersebut adalah teman saya. Memang bukan hak saya untuk menilai baik buruknya perbuatan seseorang, atau mungkin saja dia melakukan itu karena suatu alasan yang dia anggap benar, walaupun saya menduga alasannya karena gaji, tapi tak bisakah dia sedikit menghormati? Menghormati perusahaan, menghormati teman2nya yang sejurusan, menghormati adik2 kelasnya??Menurut saya, dia sudah benar2 mencoreng nama baik almamater. Menunggu setidaknya sampe masa probation lewat?Jangan seminggu banget laaaah.

Atau mungkin dia hanya ingin mempertegas mitos bahwa anak2 ITB itu ‘kutu loncat’?

Update: Ternyata postingan saya ini dipublish di milis angkatan saya, dan ternyata lagi menimbulkan perdebatan yang lumayan sengit, bahkan menjadi thread yang sangat serius untuk ukuran milis angkatan saya. Di milis tersebut, terkuak pengakuan dari sang ‘pemeran utama’. Menurut penuturannya, dia pindah karena merasa pekerjaan yang diberikannya tidak sesuai dengan yang dia apply. Dia juga mengatakan bahwa dia keluar dengan baik2. Well, anyway, it’s his decision, and no use no more talking about his action.  Some friends of mine had tasted the consequences of his doing. At least the company has learnt from its mistakes. Now they give some penalty for those who resign before a certain period of time.





Job in Bandung is not a real job?

14 01 2007

wah wah,dah beberapa hari ini pengen nulis di blog,akhirnya kesampean jg. tapi bingung juga mu nulis apa, banyak yg pengen diceritain, tp pas mau diceritain bingung juga mu cerita apa, bingung ga sih?????cerita yang satu ini aja deh, yang laen belakangan.
ceritanya bisa dibilang tentang kerjaan. buat yang blun tau, saya adalah lulusan teknik elektro itb angkatan 2002. br lulus bulan Juli taun kemaren. setelah lama bersarang di kampus gajah tidur sambil duduk (baca: ITB), akhirnya daku lulus juga. pas kuliah dulu bener-bener kebelet pengen cepet lulus. ga tahan bayar uang kuliah yang tiap taun naek terus. di kampus itu ada yang namanya SBPT, Sumbangan Biaya Pendidikan Tambahan klo ga salah, yang mulai diberlakuin pas angkatanku kalo ga salah lagi. Nah ini SBPT beda2 buat tiap mahasiswa, ada yang Rp.0,-, ada yang Rp.100rb, dan yang paling tinggi Rp600rb. Gimana cara nentuin si mahasiswa A dapet sekian, B dapet sekian dan seterusnya??Jadi tiap mahasiswa diminta nyerahin PBB (Pajak Bumi Bangunan), rekening listrik, kartu keluarga, bla bla. Dan entah kenapa, tiap tahun SBPTku selalu naik, mulai dari Rp.50rb sampe terakhir Rp. 500rb! Tinggal sedikit lagi dapet Jackpot SBPT tertinggi!Gile!Kenapa ya?Padahal saya hanya punya Ibu,bokap geblek ga tau lagi dimana, tinggal numpang di rumah paman semenjak kecil, uang sekolah ama kuliah dibayarin ama orang2 yang sangat baik hati: tante,paman,temen-temen mama, arigatou…Tapi tetep aja,saya dianggap orang yang mampu, bahkan dianggap tajir!(baca: kaya).Mungkin saya seharusnya berpenampilan urakan, bau, kotor, kusam,kucel biar orang-orang yang bertanggungjawab nentuin SBPT itu pada percaya ya…?Tonikaku, itu merupakan salah satu alasan kenapa saya kebelet benget cabut dari kampusku yang kadang kucinta kadang kubenci itu. Ga mau ngrepotin orang2 lagi!
Sebelum lulus, alhamdulillah dah dapet kerjaan,pas lulus jadinya ga nganggur. Bersama temen2 selab, kita berenam diterima di kantor yang masih kutempati hingga sekarang. Temen elektro lain, yang lulus bareng, ada yang masih nganggur setelah lulus, tp banyak juga yang dah dapet kerja di Jakarta. Hampir setengah taun sejak kelulusan, sekarang tinggal bertiga di kantor. Yang lain?dah pada pindah lah, pada dapet kerjaan di Jakarta. Kenapa pada pindah?hanya orangnya sendiri yang tau pasti, tp kalau saya boleh berpendapat, karena masalah gaji, atau ga cocok dengan kerjaannya.Mungkin yang utama gaji kali ya, got to admit, it’s small!Hanya seperempat gajinya Opik, opik siapa?He’s my best bro!
Dari semua lulusan Juli dan November, yang bekerja di Bandung menurut sepengetahuan saya hanya tinggal tiga orang termasuk saya, the rest either jobless or working in Jakarta. Akhir-akhir ini banyak yang nanya kenapa ga cari kerjaan lain, kenapa ga kerja di Jakarta aja, bla bla bla. Semua yang nanya kujawab dengan sama, nunggu beasiswa. Well it’s the truth! I am waiting for the scholarship announcement. I think it would be hard to follow all the tests if I were working at other office. Here I got full support from my superior to achieve the scholarship. Tapi semua pertanyaan itu buat saya jadi bertanya ke diri sendiri, koq pada nanya gtu ya?Biarpun saya bekerja di Bandung, bukan di Jakarta, ibukota yang katanya tempat perputaran uang, tapi saya BEKERJA kan???I earn my own legal money, right?I got paid, so that I could do Kurban, paid my zakat, and many more. I could buy my own external HD so that I could dowload more and more doramas. I am not JOBLESS, guys! I work just like you all do!So what’s the big deal?? “Kan gajinya lebih gede kalo kerja di Jakarta”, hmmm, I do want a big salary. But I’m just not motivated enough I guess. It’s not like I’m desperately trying to get married in the near future. That’s it, I’m not motivated. I’m not like one my friend who has many siblings to take care for, I’m not like my other friends who have girlfriend to treat. Sekarang saya sadar apa jawaban dari pertanyaan pertama saya tadi, “koq pada nanya gtu ya?”. Jawabannya satu, karena “Bandung”. Orang-orang tidak menganggap Bandung sebagai kota untuk bekerja, well at least to some people I know. Mungkin orang-orang nganggap Bandung hanya sebagai tempat rekreasi dan istirahat untuk dibikin macet tiap akhir minggu. Kalau orang bekerja di Bandung, berarti dia tidak benar-benar “bekerja”, hanya “kerja-kerjaan” aja. Mungkin mereka juga menganggap bekerja di Bandung tidak akan membuat mereka sukses. Bandung, buruk kali citramu kini ya, udah dikenal sebagai kota sampah, kota panas, mungkin sekarang jadi kota yang ga akan bikin orang sukses ya???
Aduh,kenapa pula daku menulis ini ya?Saya tidak sebegitu cintanya sama Bandung, ga juga sebegitu cintanya sama kantor sekarang ini, dan ga sebegitu bencinya dengan Jakarta. suatu saat nanti mungkin saya akan bekerja di Jakarta juga, who knows.. Mungkin sedikit kesel aja kali ya dibilang “kerja-kerjaan”..

Baru selesai nonton dorama Shopping Hero, ada quote yang menarik:

workplace is crossroad in life…

sebuah persimpangan lain, yang akan menentukan masa depan kita, bukan sekedar tempat untuk menghasilkan uang..





Silent Night

1 01 2007
it was first night of 2007..
i opened the window on the second floor..
sat on the window with my feet sticking out..
saw the most gracious view God ever created,
beautiful sky with enchanting stars..

at that moment, i felt so small
felt like, nothing matters
even when the world was walking towards chaos
it didn’t matter
it was just the night
the peaceful night

then i realized something
it was so quiet
silent
but it’s different from that inside my room
it felt like, the night spoke
it was a nice silence
gave me a little comfort
here in my heart





Everyone’s blogging

17 12 2006

I guess this fever is striking people again..it’s the BLOG fever..before, it was only 4 blogs I used to visit: sigit’s, chaidir’s, budi’s and Mr. Budi Rahardjo’s. But now, ever since planet el02, blog aggregator of my class of 2002 at electrical engineering itb, everyone’s blogging. Cool! Everyone’s doing great with their writing, and I also learn a lot new stuffs..

Yosh! I won’t lose! It’s been a while since my last post, because of work here and there, but I won’t stop. Writing, writing, writing…





Life is pleasant. Death is peaceful. It’s the transition that’s troublesome

5 11 2006

Tadi malem, saya baru aja baca Symbian OS Explained - Effectife C++ Programming for Smartphones dalam rangka belajar Symbian tentunya (iseng aja). Karena bacanya sambil ntn dorama Kurosagi, jadi agak ga konsen :p bacanya aja kelewat-lewat. Yosh, dalam selang waktu yang singkat saja saya sudah mencapai bab tiga, tp mulai dari bab 1 ampe bab 2 ga da yang inget 21.gif

Yang menarik adalah di awal tiap bab ada semacam quote. Nah di bab tiga ini, quotenya cukup menarik menurut saya.

“Life is pleasant. Death is peaceful. It’s the transition that’s troublesome” - Jimi Hendrix.

Hmm, nama Jimi Hendrix kayanya pernah denger. Anyway, the quote is quite right I think. Life is pleasant. Hidup itu menyenangkan. Betuuuuul sekali. Walaupun kadang2 banyak hambatan, kesulitan, dan rintangan, but still, life is so much fun, desu ne?
Then the next sentence, Death is peaceful. Well, I don’t know whether it’s true, cause I’m not dead yet, but I think it is.
Last sentence, It’s the transition that’s troublesome. This is the funniest part. Cause it’s so damn true! Untuk mati itu mahal. Biaya pemakaman, biaya rumah sakit, dan biaya lainnya. Belum lagi mati itu sakit, kayanya. Hh, benar2 merepotkan, apalagi buat orang2 yang ditinggal.
Tonikaku (anyhow, dlm bahasa jepang), all being should face and pass the transition. Whether we like it or not. Whether we’re ready or not. Hopefully we all won’t die in regrets. Hopefully, we all will die in peace. Amin.

Oops, tentang pembelajaran Symbian, ga ada perkembangan 20.gif